Kuala Lumpur, Setelah 10 Bulan Penantian

Judul postingan ini memang agak lebay, tetapi memang itulah yang terjadi. Setelah penantian panjang selama 10 bulan, akhirnya hari ini datang juga. Pergi ke Kuala Lumpur! Horee!!!

Fyi, saya beli tiket AirAsia SUB – KUL ini sejak bulan Desember 2011. Saat itu sedang ada AirAsia Big Sale, dan saya dapat tiket seharga Rp. 400.000 PP untuk penerbangan bulan Oktober 2012. Gak murah-murah banget sih, padahal nunggunya lama. Hiks. Tiket itu sudah termasuk airport tax rute KUL – SUB. Kepergian saya kali ini bersama beberapa teman SMA, yaitu Ajeng, Arum, Heny, dan Indra yang membawa serta pacarnya, Susi.

11 Oktober 2011,

Pukul 04.45 pagi kami sudah berada di bandara Juanda karena pesawat kami take off pukul 05.40. Penerbangan memakan waktu selama + 2.5 jam. Mendarat di LCCT Kuala Lumpur lebih cepat 20 menit dari waktu yang seharusnya, yaitu pada pukul 08.45 (waktu di KL sama seperti WITA). LCCT (Low Cost Carrier Terminal) adalah tempat berkumpulnya maskapai berbiaya rendah, seperti AirAsia, Tiger Airways, dan Cebu Pacific Air. LCCT berjarak sekitar 20 menit berkendara dari KLIA (Kuala Lumpur International Airport).

Setelah melewati proses imigrasi di LCCT, kami terlebih dahulu membeli kartu SIM provider Malaysia untuk memudahkan berkomunikasi dan berinternet tentunya. Ada beberapa pilihan, dan pilihan kami jatuh pada Tune Talk. Harganya RM25 (RM1 = Rp. 3.150, kurs Pasopati Surabaya). Mahal memang. Namun pulsa di dalamnya pun sebesar RM25, dan tarif telpon ke Indonesia memakai provider ini murah banget!

Dari LCCT, kami menuju ke KL Sentral. Cara murah untuk menuju KL Sentral adalah dengan menggunakan bus. Ada 2 bus yang melayani rute LCCT – KL Sentral, yaitu Skybus dan Aerobus. Harga tiket Skybus RM9, sedangkan Aerobus RM8. Kami tentu memilih yang lebih murah, yaitu Aerobus. Tapi keadaan dalam busnya enggak sebagus yang saya kira. Malah masih lebih bagus bus damri di Indonesia. Oya, di dekat loket bus di LCCT ini ada tourist information centre yang menyediakan peta dan berbagai buku informasi wisata di Malaysia. Jangan lupa ambil ya. Gratis!

Perjalanan LCCT – KL Sentral memakan waktu + 1 jam. KL Sentral adalah stasiun pusat yang menghubungkan berbagai moda transportasi umum di Kuala Lumpur; mulai dari bus, monorail, LRT, komuter, dan kereta menuju bandara (KLIA Ekspres). Fasilitas di KL Sentral ini cukup lengkap. Ada berbagai tempat makan (McD, KFC, foodcourt, dll), stan-stan jualan (baju, souvenir, dll), locker room, sevel, money changer, dan masih banyak lagi.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami makan terlebih dahulu. Untuk awalan, cari amannya dulu, yaitu KFC! KFC di Malaysia menyediakan nasi, sedangkan McD tidak. Seporsi rice plate KFC (nasi + ayam + salad + pepsi) dihargai RM7. Yang berbeda dari Indonesia adalah nasinya berupa semacam nasi uduk dan ditaruh dalam tempat tersendiri. Jadi, cara rata-rata orang memakannya adalah dengan memakai sendok (disediakan sendok plastik). Kalau saya sih, nasinya dituang semua ke piring, lalu makan memakai tangan langsung. Cuek aja, men.

Rice plate KFC

Jadwal kami setelah makan adalah menuju Batu Caves. Sebelumnya kami terlebih dahulu menitipkan daypack kami di locker coin yang ada di KL Sentral. Tersedia berbagai ukuran loker, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Harganya pun menyesuaikan ukurannya. Saat itu kami menyewa loker besar seharga RM20 yang mampu menampung tas kami berenam.

Batu Caves

Batu Caves adalah bukit batu kapur yang mempunyai beberapa goa dengan kuil di dalamnya. Tempat ini terletak 13 km di utara Kuala Lumpur, dan dapat dicapai dengan menggunakan KTM komuter tujuan Batu Caves. Harga tiket komuter KL Sentral – Batu Caves sebesar RM1. Perjalanannya memakan waktu  + 30 menit.

Entrance Batu Caves

Like a Hanoman!

Batu Caves mempunyai 3 goa utama, dan yang paling besar adalah Temple Cave. Entrance menuju Temple Cave ini “dijaga” sebuah patung setinggi 42.7 m, yaitu patung Lord Murugan, seorang dewa Hindu. Patung ini merupakan patung dewa Hindu tertinggi kedua di dunia. Untuk mencapai Temple Cave, pengunjung harus menaiki 272 anak tangga. Di dalamnya terdapat sebuah kuil Hindu. Masuk ke Temple Cave ini tidak dikenakan biaya.

Patung Lord Murugan dan 272 anak tangga menuju Temple Cave

Di dalamTemple Cave

Di bawah Temple Cave, ada sebuah goa yang bernama Dark Cave. Dark cave adalah rumah bagi laba-laba paling langka di dunia, yaitu Trapdoor Spider. Selain itu, banyak binatang langka lainnya yang terdapat di dalam goa ini. Dikenakan biaya untuk melakukan tour di goa ini.

Dark Cave

Tujuan selanjutnya adalah KLCC. Dari  Batu Caves, kami naik komuter ke KL Sentral (RM2), kemudian berganti menggunakan LRT menuju KLCC (RM1.6). Stasiun LRT di KLCC terletak di bawah Suria KLCC shopping mall.

KLCC (Kuala Lumpur City Centre)

KLCC adalah sebuah multipurpose development area di Kuala Lumpur. KLCC didesain sebagai kota di dalam kota, yang di dalamnya terdapat Kuala Lumpur Convention Centre, Suria KLCC shopping mall, hotel-hotel berbintang, gedung perkantoran, taman kota, dan masjid.

Suria KLCC shopping mall

KLCC Park

Di KLCC inilah terdapat ikon paling terkenal dari negara Malaysia, yaitu Petronas Twin Towers. Menara kembar setinggi 451.9 m ini merupakan menara dengan struktur kembar tertinggi di dunia. Kedua menaranya dihubungkan dengan sebuah skybridge di lantai 41. Kita bisa naik ke skybridge dan viewing deck di lantai 86 dengan membayar tiket untuk dewasa sebesar RM80 dan RM30 untuk anak-anak. Tiket untuk tiap harinya terbatas. Siapa cepat, dia dapat. Loket tiketnya dibuka pukul 08.30. Informasi lebih lanjut di : www.petronastwintowers.com.my

Dari KLCC, kami menuju ke Bukit Bintang untuk mencari penginapan. Namun terlebih dahulu kami mengambil daypack kami yang dititipkan di KL Sentral. KLCC – KL Sentral menggunakan LRT (RM1.6), kemudian di KL Sentral berganti menggunakan monorail menuju Bukit Bintang (RM2.1). Fyi, stasiun monorail KL Sentral ini tidak berada di dalam bangunan KL Sentral, melainkan berada sekitar  + 400 m berjalan kaki dari KL Sentral.

Bukit Bintang

Bukit Bintang adalah salah satu shopping district di Kuala Lumpur. Di sepanjang kawasan ini terdapat mall-mall besar, restaurant dan rumah makan cepat saji, penginapan, dll. Bisa dibilang seperti Orchard Road di Singapura. Di daerah Bukit Bintang ini juga banyak tersebar hostel, B&B, guesthouse, dan berbagai jenis penginapan yang harganya tidak terlalu mahal.

Saat itu pilihan kami jatuh pada Paradiso Bed & Breakfast. Letaknya sangat strategis; dekat dengan stasiun monorail, dekat dengan jalan besar dan mall, serta bersebelahan dengan McD. Harga kamar untuk 4 orang dengan kamar mandi dalam dan AC adalah RM160, namun kami tawar menjadi  RM150. Harga tersebut sudah termasuk simple breakfast berupa roti bakar, teh/kopi, dan jus jeruk. Website : www.paradiso-kl.com/

Di daerah Bukit Bintang kami sempat mengunjungi Jalan Alor. Di sepanjang Jalan Alor ini berjejer kedai makanan dan jajanan kaki lima. Menunya hampir semua adalah Chinese food. Kami agak segan mencobanya karena takut tidak halal. Yang sempat kami coba adalah sate steamboat, jajanan kaki lima khas Kuala Lumpur.

Jalan Alor

Sate Steamboat

Malam itu pasangan Indra dan Susi berpisah dari rombongan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura. Akhirnya tinggallah saya, Arum, Ajeng, dan Heny; 4 cewek tangguh nan mandiri yang akan melanjutkan petualangan di Kuala Lumpur!

Baca juga :

About these ads

24 thoughts on “Kuala Lumpur, Setelah 10 Bulan Penantian

  1. Mbak, kalau bawa laptop yang program Microsoftnya bajakan , apa tidak ada
    masalah pada pemeriksaan di bandara/ imigrasi di LCCT/KLI. Terimakasih

    • Hai Nur, makasih ya sudah mampir dan baca..
      Kalo sampai KL jam segitu dan langsung ke Batu Caves bisa saja sih, tapi nanti kayaknya bakal kesorean di sananya. Mending ke Petronas saja..
      Wah, untuk itinerary lengkap aku enggak nyusun. Hehe. Ya coba deh ntar aku bikin sederhananya :)

  2. misi.. numpang tanya yahh…

    itu kalo dari bukit bintang ke batu caves ke station bukit bintang dl ya ambil arah ke KL SENTRAL lalu turun dan berganti ke KTM KOMUTER LINE KL SENTRAL-BATU CAVES gitu ya???

    itu komuter line nya jauh ga ya? naik/turun tangga ga ya? soalnya bawa orang tua…. apa langsung nyampe gitu ke batu cavesnya dr komuter line? dari turun KTM KOMUTER LINE ini bisa langsung kliatan Batu Caves nya?

    kalo baliknya lewat KTM KOMUTER LINE jurusan KL SENTRAL lagi ya?

    MAKASIH

    • Iya bener, rutenya Bukit Bintang – KL Sentral – Batu Caves, dan sebaliknya. Stasiun komuter deket banget sama Batu Caves-nya, sudah bisa langsung terlihat pemandangannya. Seingatku perlu naik-turun tangga, tapi enggak begitu capek kok :)

  3. Permisi mau tanya, apa airport tax dari KLIA sudah selalu termasuk di semua harga penerbangan tiket air asia (termasuk kalo pake paket flight+hotel airasiago)? Terimakasih banyak infonya :)

  4. Mbak Itu foro yang di Twin Towers, fotonya dimana ya spotnya ? Bagus & keliatan jelas semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s