Derawan Islands, Another Paradise of East Borneo

Trip ini berawal dari perbuatan impulsif saya dan salah satu teman kantor, Mehdia, saat melihat promo tiket murah dari salah satu maskapai penerbangan domestik. Melihat harga tiket sekali jalan hanya Rp. 80.000, tanpa pikir panjang kami langsung membeli tiket PP Surabaya – Balikpapan untuk long weekend di bulan Maret. Tujuan kami sebenarnya tentu saja bukan Balikpapan, melainkan Kepulauan Derawan di Kab. Berau, Kalimantan Timur yang dapat diakses dengan pesawat yang harus transit terlebih dahulu di Balikpapan. Derawan, we’re coming!

IMG_0101

Kamis, 22 Maret 2012

Perjalanan kami diawali dengan panjangnya antrian check in maskapai di bandara Juanda. Setelah rusuh berebutan check in di antara antrian penumpang, pukul 07.00 WIB kami sukses take off dengan selamat dari Juanda. Oya, rombongan saya bukan hanya saya dan Mehdia. Sahabat saya, Ayik, juga turut serta. Pukul 09.15 WITA pesawat kami mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan. Di bandara ini kami tidak turun dari pesawat karena hanya transit selama 45 menit. Pukul 10.00 pesawat kami kembali take off, dan mendarat dengan selamat di Juwata International Airport Tarakan. Aaahh..sepelemparan batu lagi dari Derawan…

Kepulauan Derawan sebenarnya dapat dicapai dari dua tempat, yaitu Berau dan Tarakan. Karena termasuk dalam Kab. Berau, otomatis jarak Berau – Derawan lebih dekat daripada jarak Tarakan – Derawan.

Dari bandara Berau, kita harus menempuh perjalanan darat selama 2-2,5 jam menggunakan mobil sewaan menuju pelabuhan Tanjung Batu. Lalu melanjutkan perjalanan ke Derawan selama 45 menit menggunakan speed boat. Sedangkan dari bandara Tarakan, hanya 15 menit dengan mobil ke pelabuhan Tengkayu, kemudian dilanjutkan  dengan speed boat menuju Derawan selama 3 jam. Karena harga tiket pesawat PP Surabaya – Berau lebih mahal, kami lebih memilih menuju Derawan via Tarakan.

Di bandara Tarakan, kami harus menunggu guide dan rombongan lain yang datang dari Balikpapan dan Jakarta. Ya, kami tidak hanya bertiga datang ke sana, karena kami mengikuti paket tour dari sebuah agensi yang biasa menangani tour ke Derawan. Kenapa ikut paket tour? Karena biayanya akan lebih murah apabila sharing cost bersama banyak orang. Untuk sewa kapal misalnya. Kecuali jika kami sendiri membawa banyak teman, mungkin akan lebih murah jalan sendiri daripada ikut paket tour. Maklum, harga di Kalimantan mahal.

Setelah rombongan berkumpul, kami menuju ke sebuah rumah makan untuk makan siang. Menunya : ayam penyet + tahu + tempe + nasi. Dihargai Rp. 20.000. Padahal di Jawa, Rp. 8.000 aja dapet. Hiks…

Sehabis makan, rombongan kami menuju Pelabuhan Tengkayu. Pelabuhan ini unik banget, karena kedatangan dan keberangkatan kapal diumumkan dengan suara yang mendesah-desah oleh seorang mbak operator. Contoh : “Kapaallhh menujuwhh Derawanhh beranghkaatth 15 menithh lagihh. Para penumpaanghh…bla bla bla”. Seksehh abbess!

Pelabuhan Tengkayu

Pelabuhan Tengkayu

Pukul 14.00 WITA, speed boat kami meninggalkan Pelabuhan Tengkayu menuju Kepulauan Derawan. Yeay! Sea, sun, sand, I’m coming! :)

Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau. Dalam tour ini kami mengunjungi 5 pulau yang terkenal di antaranya, yaitu Maratua, Derawan, Sangalaki, Kakaban, dan Nabucco. Nama pulau-pulau di sini punya arti masing-masing. Derawan itu dari kata perawan, Maratua dari kata mertua, Sangalaki dari kata lelaki, dan Kakaban berasal dari kata kakak.

Setelah 3 jam terguncang-guncang di dalam speed boat, kami sampai di pulau tempat kami menginap selama 3 hari, yaitu Pulau Maratua. Akhirnya..setelah perjalanan panjang…kami bisa menemuimu Kepulauan Derawan! Yeay lagi!

Pulau Maratua

Di Pulau Maratua, kami disambut deretan resort cantik dan air laut yang biru banget, serta pasir pantai seputih susu. SubhanallahThis is a paraa..paraa..paradiseee…

Maratua Paradise Resort

IMG_0187

IMG_0113

Karena kami excited parah, seturunnya dari kapal kami langsung berlarian ke dermaga untuk berfoto-foto. Kebetulan dermaga ini adalah dermaga Maratua Paradise Resort yang terkenal. Kami semua sudah ngarep akan menginap di resort cantik yang berdiri di atas laut ini. Ternyata harapan memang hanya harapan. Tiga orang asing dari rombongan kami saja yang menginap di tempat tersebut (karena mereka memang membayar lebih mahal). Sedangkan tempat kami menginap adalah di homestay milik penduduk setempat. Tapi tidak masalah, karena bagian belakang homestay kami mempunyai view langsung ke pantai. Uhuuyy! Selain view langsung ke pantai, homestay kami bersih dan cukup luas. Sayangnya, masakan ibu pemilik homestay terlalu hambar untuk lidah kami.

Losmen Ananda

Kamar homestay

Pantai di belakang losmen

Pantai di belakang homestay

Di malam hari pertama ini kami hanya beristirahat saja di homestay, sambil mengobrol dan bermain uno bersama peserta rombongan yang lain. Can’t wait for tomorrow!

Jumat, 23 Maret 2012

Pukul 08.00 rombongan kami berkumpul di dermaga terdekat untuk memulai perjalanan ke Pulau Derawan.

Dermaga Maratua

Dermaga Maratua

Pantai di Pulau Maratua

Pantai di Pulau Maratua

Pulau Derawan

Perjalanan Maratua – Derawan memakan waktu 1 jam dengan speed boat. Pulau ini ternyata memiliki view yang biasa saja jika dibandingkan dengan Pulau Maratua. Di pulau ini juga terdapat resort dan penginapan yang berdiri di atas laut.

IMG_0190

IMG_0191

Pulau Derawan adalah pusat dari Kepulauan Derawan. Fasilitas paling lengkap berada di pulau ini. Penginapan, rumah makan, dan pusat oleh-oleh mudah ditemukan. Persewaan alat snorkeling juga hanya ada di pulau ini. Kami menyewa snorkeling gear dan fin dengan biaya 50 rb/hari. Untuk yang tidak bisa berenang, jangan khawatir, karena kapal sudah menyediakan life vest yang cukup untuk semua peserta rombongan.

Kami snorkeling di dekat dermaga kapal. Sayangnya, underwater view nya kurang bagus. Karangnya sudah banyak yang mati. Ikan pun sangat sedikit yang berkeliaran. Mungkin karena kami snorkeling di dekat dermaga tempat kapal bersandar. Beberapa peserta yang berenang lumayan jauh dari dermaga mengatakan bahwa view nya lebih bagus, dan ikannya lebih beraneka rupa dan warna.

Gosong pasir

Sehabis makan siang dan beristirahat, perjalanan berlanjut ke gosong pasir. Gosong pasir adalah daratan atau pulau kecil yang hanya terdiri dari pasir. Tidak ada apapun di atasnya, kecuali pasir, pasir, dan pasir. Mungkin dinamakan gosong karena kita pasti akan gosong terpanggang matahari karena tidak ada pohon atau apapun untuk berlindung dari sengatan matahari #analisisngawur :p

Gosong

Gosong

Gosong pasir ini tempat favorit saya untuk bernarsis ria, karena foto yang dihasilkan biasanya bagus. Haha.

Lompaatt!!

IMG_0364

Puas bermain dan berfoto-foto di gosong pasir yang cantik, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sangalaki.

Pulau Sangalaki

Pulau Sangalaki terkenal dengan penangkaran penyunya. Rombongan kami sempat snorkeling di perairan sekitar pulau ini. Namun karena saya agak mabuk laut akibat ombak yang lumayan besar, akhirnya saya lebih memilih duduk-duduk di dermaga, mengobrol bersama awak kapal, dan jalan-jalan di pinggir pantai. View underwaternya sih katanya lebih bagus daripada di Pulau Derawan. Pantai Pulau Sangalaki ini cantik. Pasir putih, air biru. Another paradise

IMG_0424

IMG_0426

???????????????????????????????

Sesudah snorkeling, kami melihat tukik, alias anak-anak penyu di penangkaran. Kami kira akan ada kegiatan melepas anak penyu ke laut. Tapi ternyata tidak. Karena belum musimnya kali ya.

IMG_0441

Sekitar pukul 17.00 kami kembali ke Pulau Maratua. Di perjalanan, kami sempat berhenti tengah-tengah laut. Ternyata itu spot untuk melihat manta, alias ikan pari berukuran besar. Beberapa dari kami nyebur ke laut dan mengejar manta yang berenangnya cukup cepat. Namun, hanya sedikit yang beruntung dapat melihat manta.

Malam harinya, saya hanya beristirahat saja di homestay karena capek banget dan menyimpan tenaga untuk esok hari. Oiya, listrik di Pulau Maratua ini memakai genset dan hanya menyala pada pukul 18.00 – 05.00. Jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu di malam hari untuk men-charge baterai kamera dan hp.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pagi itu langit Derawan menangis. Yeah, hujan. Cukup deras pula. Ombak di pantai belakang homestay pun terlihat cukup besar. Pukul 08.00, tanpa menunggu hujan benar-benar reda, kami berangkat menuju Pulau Kakaban. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam.

Pulau Kakaban

Pulau tak berpenduduk ini terkenal karena mempunyai danau yang airnya merupakan air laut yang terperangkap, kemudian ditambah air dari dalam tanah dan air hujan sejak sekian lama. Di dalamnya terdapat ribuan stingless jellyfish, alias ubur-ubur yang tidak menyengat. Ubur-ubur ini terjadi akibat adanya proses evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, dimana air danau disini menjadi lebih tawar dibandingkan air laut yang ada di sekitarnya. Spesies ini hanya bisa ditemukan di Kakaban dan di Palau, Micronesia.

IMG_0460

Dari dermaga kapal, kami harus trekking naik turun tangga yang cukup licin karena hujan, untuk mencapai danau di dalam pulau. Karena ubur-ubur di dalam danau tidak menyengat, otomatis sangat bisa berenang di dalam danau. Kegiatan berenang bersama ubur-ubur ini wajib banget kalau kita berkunjung ke Derawan. Kapan lagi coba bisa megang ubur-ubur hidup tanpa disengat?

Danau Kakaban

Danau Kakaban

Sebenarnya ada 3 jenis ubur-ubur di danau kakaban ini. Sayangnya yang kami temui saat itu hanya 2 jenis, yaitu ubur-ubur kecil yang berenang terbalik dengan tentakel berada di atas, dan ubur-ubur besar putih transparan.

Berenang bersama stingless jellyfish

Berenang bersama stingless jellyfish

Kami kembali ke Pulau Maratua untuk beristirahat dan makan siang. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Pulau Nabucco.

Pulau Nabucco

Pulau Nabucco ini ternyata pulau yang dimiliki orang berkewarganegaraan Jerman. Pulaunya kecil, dengan beberapa resort di pinggir pantai. Tentu saja kami tidak diperbolehkan masuk ke pulau tersebut. Kami hanya bermain-main di gosong pasir di dekat pulau tersebut.

Di depan Pulau Nabucco

Di depan Pulau Nabucco

IMG_0550

Kegiatan terakhir di hari ini adalah snorkeling di perairan Pulau Maratua. Lagi-lagi harus kecewa karena view underwater-nya biasa saja menurut saya. Tapi masih lebih lumayan jika dibandingkan dengan di Pulau Derawan. And..this is it, foto-foto underwater yang diambil di beberapa spot Kepulauan Derawan.

DSC01675

DSC01676

DSC01696

DSC01742

DSC01761

Karena ini hari terakhir kami bersama-sama, malam harinya kami semua menghabiskan waktu malam minggu di Maratua Paradise Resort. Kami leyeh-leyeh di dermaga dan mengobrol sambil makan angin. Maklum makanan dan minuman yang dijual di situ mahal. Cukup lah makan angin saja #lalumasukangin.

Minggu, 25 Maret 2012

Berakhir sudah perjalanan kami di Derawan. Pukul 09.30 kami meninggalkan Kepulauan Derawan, kembali ke Tarakan, kemudian kembali ke habitat kami masing-masing. Nice to see you, Derawan Islands :)

???????????????????????????????

Ikut trip murah ke Derawan bareng Berangan Trip yuk! Cek detailnya di http://wp.me/p3FEJm-1v

15 thoughts on “Derawan Islands, Another Paradise of East Borneo

    • Maaf kalo info transportasinya kurang detail :p
      80rb itu promo citilink Surabaya-Balikpapan. Di Balikpapan harus ganti airlines untuk ke Tarakan. Tapi karena jatuhnya lebih mahal, akhirnya tiket 80rb itu saya hangusin, dan beli yang langsung Tarakan :D

    • Sebenarnya lebih enak lewat Berau karena perjalanan lautnya lebih dekat. Dari bandara Berau di Tanjung Redeb, nyewa mobil ke Pelabuhan Tanjung Batu (3 jam perjalanan). Trus nyebrang dari Tanjung Batu ke Derawan selama sekitar 45 menit.
      Saya kemarin naik Batavia. Harga tiket 400-500.

  1. Ini nih yang saya cari karena mau ikut dengan tour yang sama. Kalau saya ntar berangkat dari Jkt. Terima kasih infonya. Semoga nanti bisa happy petualangan disana.

  2. keren.. btw, budget yg harus disediakan berapa ya? hehe
    oh iya, ijin share gambar-gambar pulaunya ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s