Bromo Trip

26-27 Mei 2012…

Weekend ini saya, Chuz, Arum, Heni dan Ajeng kembali menjelajah. Yeah! Tujuan kali ini adalah gunung yang terkenal dengan sunrise dan lautan pasirnya, yaitu Bromo. Gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini terletak di kabupaten Probolinggo. Dari Surabaya, kami berangkat pukul 21.00. Menempuh rute Sidoarjo – Gempol – Pasuruan – Probolinggo. Perjalanan memakan waktu 2 jam untuk sampai ke kota Probolinggo. Karena masih terlalu awal untuk naik ke Bromo, kami mampir dulu ke rumah tantenya Ajeng di pusat kota Probolinggo.

Sekitar pukul 01.00 kami meninggalkan kota Probolinggo untuk menuju Bromo. Perjalanan menuju gerbang masuk Bromo di Cemoro Lawang memakan waktu sekitar 1.5 – 2 jam. Jalannya menanjak, berkelok-kelok dan sepi sekali (ya iyalah dini hari). Di Cemoro Lawang kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 2500/orang dan Rp. 6.000/mobil.

Rute Probolinggo – Bromo

Aksesibilitas & Transpostasi

Cemoro Lawang ini merupakan desa yang paling dekat dengan Bromo. Di sini adalah pusat kegiatan para wisatawan yang akan ke Bromo. Terdapat banyak penginapan, tempat makan, orang-orang yang menyewakan jeep, serta penjual souvenir di Cemoro Lawang.

Jam 3 pagi itu parkiran mobil di Cemoro Lawang sudah sangat ramai dengan kendaraan dan orang-orang yang ingin melihat sunrise. Dan udaranya dingiiinnn! Iya lah ya, namanya aja di gunung. Suhu udara di kawasan Bromo, terutama di musim kemarau, sangat dingin pada malam dan dini hari (+3-20 celcius). Jaket tebal, beberapa lapis kaos, sarung tangan, kaos kaki + sepatu, dan kupluk sangat amat wajib dipakai jika berkunjung ke tempat ini. Saya saja yang memakai semua itu lengkap masih saja merasa kedinginan. Brrr!

Untuk menuju tempat melihat sunrise di Penanjakan, kita harus menyewa jeep. Penanjakan adalah gunung di utara gunung Bromo, dengan ketinggian +2.770 mdpl. Untuk menyewa jeep, kita memang harus pintar-pintar mencari dan menawar karena tidak ada harga pastinya. Harga sewa jeep juga sesuai rute yang kita inginkan. Karena saat itu kami ingin melihat semuanya, kami meminta rute Cemoro Lawang – Penanjakan – Bromo – Savanna – Pasir Berbisik – Cemoro Lawang. Dan untuk rute itu kami harus membayar Rp. 600.000 untuk satu jeep. Mahal banget. Entah harganya  memang sudah naik atau kami yang ditipu, secara kami berlima cewek semua. Tapi ya sudahlah, berhubung waktu itu sudah dekat waktu melihat sunrise dan kami malas mencari-cari jeep yang lain, kami sepakat dengan harga itu. Hiks.

Durasi sewa jeep ini sepuasnya kita kok. Mau 7 jam, 8 jam, atau 12 jam pun dijabanin sama supirnya. Jadi puaskan diri berlama-lama dan mengabadikan setiap sudut Bromo ini. Jangan sungkan untuk minta mampir kesana kemari (asal sejalur dengan rute yang disepakati ya) apabila menemukan sudut yang bagus untuk diabadikan dengan foto.

Perjalanan Cemoro Lawang – Penanjakan ditempuh selama + 45 menit. Jalannya menanjak dan tentu saja masih tanah yang tidak rata, naik turun, dan berbatu-batu. Cemoro Lawang – Penanjakan katanya sih bisa ditempuh memakai sepeda motor dan ada jalur khususnya. Tapi gile aja kali ya dalam udara sedingin itu naik sepeda motor. Hiii…

Dari parkiran jeep di Penanjakan, kami harus berjalan menanjak sekitar 10 menit untuk sampai ke view point. Di sepanjang jalan itu banyak terdapat pedagang makanan, penyewaan jaket, serta penjual edelweiss. Kami tiba di view point Penanjakan sekitar pukul 04.00. Dan ternyata sudah penuh sesak dengan orang yang menunggu sunrise. Ratusan orang mungkin. Maklum weekend. Memang semakin awal kita datang, semakin strategis pula tempat kita untuk melihat sunrise. Saat itu kami segera menyempil di antara kerumunan orang di pinggir pagar untuk mendapat tempat yang strategis. Saya dan Ajeng bahkan turun hingga ke pinggir tebing demi bisa mendapat foto sunrise yang bagus.

Oya, udara di Penanjakan ini dingin banget. Lebih dingin dari di Cemoro Lawang tadi, secara tempatnya lebih tinggi. Pada saat kami kedinginan menunggu sunrise, seorang bule yang berdiri di sebelah Arum malah bilang kalau udara itu tidak dingin karena merupakan udara default di negaranya. Brrr…

Sekitar pukul 05.00, sinar matahari perlahan muncul. Sinarnya membuat gradasi warna biru tua, oranye, dan kuning di langit.

Menjelang sunrise

Sunrise

Yang membuat saya berdecak kagum dan mengucap “Subhanallah” adalah saat matahari beranjak lebih tinggi lagi, sehingga Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi, Gunung Widodaren, Gunung Watangan, dan Gunung Semeru seakan-akan muncul naik ke permukaan dari dalam kabut. Indah sekali… Pemandangan dari Penanjakan inilah yang biasanya muncul di berbagai TV, majalah, kartu pos, dll.

Setelah beberapa saat, saya dan Ajeng dilirik banyak orang dengan sinis karena tempat kami yang strategis untuk berfoto dengan latar belakang tiga gunung tersebut. Banyak yang minta gantian rupanya. Haha.

Akhirnya kami kembali ke parkiran. Jeep kemudian membawa kami turun dari Penanjakan menuju Gunung Bromo. Selama perjalanan turun ini, mata kita akan dimanjakan view Gunung Bromo dan kumpulan gunung lain di sekitarnya. Indah. Banget.

Terbentuknya Gunung Bromo ini sebenarnya berasal dari Gunung Tengger yang mengalami dua kali letusan dahsyat. Letusan ini kemudian mengakibatkan terjadinya cekungan kaldera (bekas kawah) berupa hamparan lautan pasir yang luas dengan kedalaman + 200m. Dari cekungan kawah tersebut kemudian muncul bukit-bukit baru yang sekarang kita kenal dengan nama Gunung Kursi, Gunung Watangan, Gunung Widodaren, Gunung batok dan Gunung Bromo. Dari kelima bukit yang kemudian menjadi gunung-gunung baru itu, Gunung Bromo yang hingga saat ini masih aktif, meletus berkali-kali dan membentuk kawah baru.

Untuk mencapai Gunung Bromo ini kita harus melalui lautan pasir. Jeep tidak dapat berhenti tepat di bawah kaki Gunung Bromo. Parkiran jeep letaknya cukup jauh dari kaki gunung. Untuk sampai ke Bromo, dari parkiran jeep kita bisa berjalan kaki atau menyewa kuda. Tapi kuda hanya bisa mengantar sampai kaki tangga Bromo. Untuk mencapai puncaknya, kita harus menaiki 253 anak tangga selebar 1 meter. Karena dulu saya sudah pernah naik ke puncaknya dan tidak ada apa-apa selain kawah belerang, maka kali ini kami memutuskan tidak naik ke puncaknya.

View Bromo dari parkiran jeep

Gunung Batok at the background

Chuz, Ajeng, Arum, Heni, Intan jump!

View Gunung Penanjakan dari arah lautan pasir

Di kaki Gunung Bromo terdapat Pura Agung Luhur Poten. Pura ini adalah tempat sembahyang suku Tengger, dan digunakan dalam rangkaian ritual upacara Kasada.

Lautan pasir

Sisi timur Gunung Bromo

Puas berfoto di lautan pasir, kami melanjutkan perjalanan dengan jeep ke padang savanna. Perjalanan menuju savanna ini melewati lautan pasir yang akan menimbulkan suara berbisik apabila bergesekan dengan angin yang bertiup kencang. Hamparan pasir itulah yang terkenal dengan nama pasir berbisik.

Lokasi pasir berbisik

Padang savanna terletak di selatan Gunung Bromo. Karena sedang musim kemarau, saat itu hamparan rumputnya menguning. Yang unik dari savanna ini adalah adanya bukit-bukit kecil yang mirip dengan bukit tempat tinggal Teletubbies. Maka dari itu bukit-bukit ini terkenal dengan nama bukit Teletubbies.

Padang savanna + bukit Teletubbies

Ajeng with the jeep

Dari padang savanna, jeep kami pun kembali ke Cemoro Lawang. Perjalanan 7 jam di Bromo ini harus kami akhiri. Bagi yang punya waktu berlebih, bisa dilanjutkan menuju air terjun Madakaripura yang juga berada dalam kawasan TN Bromo Tengger Semeru. Sayangnya saat itu kami harus segera pulang ke Sidoarjo. Bye, Bromo!

Ingin ke Bromo? Yuk ikut trip Bromo Midnight, hanya 300 ribu/pax all-include start Surabaya. Minimal 6 pax. Info: http://wp.me/p3FEJm-6X

6 thoughts on “Bromo Trip

  1. Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    Dalam rangka Memperkenalkan ” Tengger-Bromo” dr segala aspek, dengan ini kami buka pondok pertanian tanjung-tosari unt umum, dng hanya membayar ‘sukarela’ (tanpa tarif) Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)
    Akses menuju pondok pertanian tanjung: dari ‘Pasuruan’ ambil arah malang smp di ‘Warungdowo’ (-+ 7km) belok kiri smp ‘Ranggeh’ belok kanan menuju ‘Pasrepan’ >>> ‘Puspo’ >>> melewati hutan2 mahoni dan pinus smp dukuh ‘Jonggo” >>> melewati hutan pinus smp ketemu rumah pertama lansung belok kiri turun kebawah, ” Podok Pertanian Tanjung” terletak di sebelah kiri jalan dr pasuruan di Km.99 . Kurang lebih 7 km sebelum kec: Tosari.

    @.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana “sukarela” ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- /malam

    *.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    *.bisa masak sendiri dng menganti LPJ dsb..Rp.30.000,-
    * dimasakkan prasmanan Rp.20.000,- 1x.makan. ( nego)

    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

  2. hai sis salam kenal..
    nov nanti aku ada rencana ke bromo..lihat foto kamu di bromo emang spot nya pas banget pantes banyak yg sirik. hehe.. kalo boleh tau tempatnya itu di bagian mana nya view point ya? *spy bisa dapet foto keren juga* thanks say :)

  3. hi say..salam kenal ya..fotonya emang keren kok pantes org ngiri..hehe..itu letak spotnya dimana ya? maksud ku pas sampe tmp view point nya aku ke bagian mana nya? thanks ya..
    *nb: mau k bromo nih soalnyaa hehe

    • Foto spot yang mana ya mba? :D
      Kalo untuk lihat sunrise itu di Penanjakan 1, yang paling atas sendiri. Di situ juga bisa lihat view Gunung Bromo dll dari ketinggian.
      Terus kalo padang pasir dan savanna itu pasti dilewatin sama jeepnya. Minta berhenti aja di spot yg kira2 oke untuk foto. Hehe.

  4. Wuis…fotonya ciamik banget!
    Beruntung sekali dapat momen-momen seperti itu, soalnya jarang banget bisa sesempurna seperti di foto Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s