Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya

Karena tidak mudik, H+3 Idul Fitri saya gunakan untuk mengunjungi tempat wisata di kota Surabaya. Karena saya penyuka wisata alam, maka saya bersama adik berkunjung ke salah satu dari sedikit wisata alam yang dipunyai Surabaya, yaitu Ekowisata Mangrove Wonorejo.

How to get there

Kawasan ekowisata ini terletak di sebelah timur kota Surabaya, tepatnya di  Wonorejo. Tempat tersebut dapat dicapai melalui jalan di samping kampus STIKOM Surabaya. Dari arah Kertajaya, masuk ke jalan MERR, kemudian kita akan menemukan jembatan dengan traffic light. Di traffic light itu langsung saja belok ke kiri, melewati samping kampus STIKOM, kemudian lurus saja ke arah Timur melewati IPH School dan markas taksi Orenz. Tidak usah takut tersasar, karena terdapat beberapa papan penunjuk jalan menuju kawasan ekowisata. Jalan yang dilewati lebar dan beraspal bagus pada awalnya. Namun mendekati perkampungan penduduk, jalan semakin sempit. Dan saat memasuki gerbang kawasan ekowisata, jalan berubah menjadi jalan tanah yang masih kurang bagus dan bergelombang. Dari gerbang kawasan, kita masih harus menempuh jarak sekitar 1 km dengan pemandangan kolam pancing dan tambak di kiri kanannya.

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Untuk memasuki kawasan ekowisata, kita harus membayar parkir motor sebesar Rp. 3.000. Ternyata untuk melihat mangrove, kami harus menyeberang menggunakan perahu. Harga tiket penyeberangan perahu PP dari dermaga keberangkatan menuju dermaga mangrove adalah Rp. 25.000 untuk dewasa dan Rp. 15.000 untuk anak-anak. Di sekitar dermaga keberangkatan ini terdapat fasilitas toilet, musholla, serta beberapa pedagang makanan dan minuman.

Dermaga keberangkatan

Perjalanan dari dermaga keberangkatan ke dermaga mangrove memakan waktu sekitar 15-20 menit. Perahunya berkapasitas sekitar 30 orang dengan 1 orang petugas yang akan sedikit menjelaskan tentang kawasan ekowisata mangrove ini. Dari penjelasan bapak petugas, mangrove ini bukan pohon, melainkan tanaman. Salah satu fungsinya adalah menghambat abrasi laut. Hutan mangrove ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal beberapa komunitas hewan. Hewan yang liar sebagian ditangkarkan, dan sebagian lagi sudah dipindahkan. Pengembangan wisata mangrove ini sekaligus upaya untuk memanfaatkan bozem (waduk kecil) Wonorejo yang berfungsi untuk mengendalikan banjir. Selama perjalanan menyusuri sungai, kami melihat pemandangan mangrove di kiri kanan, serta beberapa burung yang sesekali beterbangan dan hinggap di dahan pohon.

Perahu yang digunakan untuk menyeberang

Perjalanan menyusuri sungai ini berakhir di lautan lepas. Kemudian perahu berputar arah dan menuju dermaga mangrove.

Gazebo dilihat dari laut lepas

Sesampainya di kawasan mangrove, para pengunjung bebas untuk beraktifitas dan berlama-lama di sini, asal tidak lebih dari pukul 16.00, karena kawasan ini tutup pada jam tersebut.

Dermaga mangrove

Di kawasan ini terdapat fasilitas toilet, musholla, gazebo dan menara pandang. Sebenarnya ada fasilitas resto, tapi saat itu sepertinya memang belum difungsikan.

Terdapat 2 gazebo di kawasan ini, yaitu gazebo milik Polrestabes dan gazebo milik Pertamina. Kedua gazebo ini dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat, nongkrong, atau makan siang bersama teman dan keluarga. Pengunjung rata-rata membawa bekal sendiri dari rumah, karena tentunya mahal apabila membeli makanan di lokasi.

Gazebo Polrestabes

Untuk menelusuri kawasan mangrove ini, disediakan jogging track (yang tidak bisa dibuat jogging) terbuat dari anyaman bambu. Agak seram dan perlu ekstra hati-hati memang saat melewati jogging track ini karena agak bergoyang-goyang dan kurang stabil. Untuk para wanita, tidak disarankan ber-high heels karena pasti akan kejeblos saat berjalan di jogging track ini.

Suasana saat melewati jogging track ini adem, karena kami ternaungi oleh dahan mangrove yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jogging track. Lokasi ini sering dipakai untuk pemotretan pre-wedding. Sayangnya banyak sampah yang tersangkut di bawah tanaman mangrove ini. Jangan lupa memakai sunblock, topi, atau kaos lengan panjang saat mengunjungi tempat ini, karena di beberapa spot yang tidak ternaungi mangrove, panasnya minta ampun.

Menara pandang & gazebo Pertamina

View dari menara pandang

Dan inilah beberapa foto narsis kami :p

Untuk informasi lebih lengkap, dapat menghubungi Kantor Ekowisata Mangrove Wonorejo, Jl. Raya Wonorejo No. 1 Rungkut Surabaya, Telp. (031) 8796880, 0812 3285 523. Atau ke web resmi Ekowisata Mangrove Wonorejo.

Baca juga :

One thought on “Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s