14 Days Trip : Bali – Labuan Bajo – TN Komodo – Sumbawa – Lombok

Yeaaaa…finally my closest dream comes true!!

Di postingan What’s Your Dream?, saya menulis bahwa impian terdekat saya adalah resign dari kantor dan backpacking overland Flores – Lombok. Tidak perlu menunggu lama, ada promo Merpati 170 ribu yang seakan menjawab keinginan saya. Mbak Wati, teman dari Lombok, pun setuju dengan rencana saya. Dia bahkan mengambil cuti dari kantor hingga 10 hari!

Tanpa pikir panjang, saya pun membeli 3 tiket Merpati promo tersebut dengan rute SUB – DPS, DPS – LBJ, dan LOP – SUB. Mumpung. Kapan lagi ada promo semurah ini untuk rute ke Labuan Bajo? Awalnya saya ingin memulai rute dari Maumere hingga Labuan Bajo, kemudian menyeberang ke Sumbawa, lalu ke Lombok. Namun karena susah sekali mencari promo untuk tujuan Maumere, akhirnya di Flores saya harus berpuas hati hanya mengunjungi Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

14 hari, 9 pulau, 1.7 juta. Inilah sekilas rangkuman perjalanan saya kemarin.

23 – 24 September 2012

Terbang dari Surabaya menuju Bali. Mengunjungi beberapa tempat, seperti Kuta, Garuda Wisnu Kencana, Dreamland, dan Blue Point. Di Bali saya sama sekali enggak keluar uang untuk penginapan lho. Nebeng di rumah teman mbak Wati sih. Hihihi. Cerita selengkapnya ada di sini.

Garuda Wisnu Kencana

25 – 26 September 2012

Terbang dari Bali menuju Labuan Bajo. Di luar NTT, penerbangan menuju Labuan Bajo memang hanya dapat dilakukan dari Bali. Menghabiskan 2 hari untuk jalan-jalan di sekitar Labuan Bajo. Dapat banyak kenalan dan teman, mulai dari tukang ojek, anak buah kapal, bapak tour agent, bule backpacker dari Polandia, Chika dan Diki dari Surabaya, serta Agustin, solo backpacker cewek dari Yogyakarta.

Pelabuhan Labuan Bajo

Karena tidak punya kenalan, akhirnya kami harus mencari penginapan di Labuan Bajo. Ada 2 penginapan yang sempat kami coba :

1. Penginapan Karisma

Terletak persis di depan gerbang masuk ke pelabuhan. Harga kamar per malamnya Rp. 75.000 apabila diisi 2 orang, dan Rp. 50.000 apabila diisi 1 orang. Di dalam kamarnya terdapat sebuah queen bed dan fan. Shared bathroom berjumlah 2 buah. Yang membuat saya tidak nyaman dengan penginapan ini adalah kamarnya yang kurang bersih, serta kamar mandinya yang berair payau. Tidak ada tempat untuk menjemur pakaian pula.

2. Mutiara Hotel

Mutiara Hotel terletak di Jl. Soekarno Hatta, persis di sebelah Mediterraneo Café. Harga kamar dengan fan adalah Rp. 100.000/malam (harga aslinya Rp. 110.000, tapi saya tawar). Per kamar dapat diisi 2 orang, dengan pilihan double bed atau twin bed. Kamarnya bersih, dan terdapat kamar mandi dalam dengan shower dan air tawar. Harga tersebut sudah termasuk simple breakfast berupa teh hangat dan donat. Selain itu di depan kamar terdapat teras dan ruang terbuka, sehingga kedaan dalam kamar tidak pengap. Ada juga tempat jemuran dan ruang tengah yang dapat dipakai untuk berkumpul dan bersosialisasi. Penginapan ini cukup recommended bagi para backpacker karena harga yang murah dan dekat dengan pelabuhan.

Untuk makan, harga makanan di Labuan Bajo minimal Rp. 10.000/porsi. Saya belum menemukan harga makanan yang lebih murah dari itu. Bahkan nasi + telur + lalapan pun dihargai Rp. 10.000. Tidak usah khawatir kesusahan menemukan makanan halal, karena makanan di Labuan Bajo hampir semuanya halal.

Cerita selengkapnya dapat dibaca di sini.

27 – 28 September 2012,

Dengan menggunakan jasa dari Kencana Tour and Travel (CP : Pak Viggo, 081237321023), kami melakukan live on board sailing trip selama 2 hari ke kepulauan di Taman Nasional Komodo. Rute hari pertama adalah Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pink Beach – Pulau Kalong. Dan rute hari kedua adalah Pulau Komodo – Manta Point – Pulau Bidadari – Labuan Bajo. Untuk rute tersebut dan semua fasilitas yang ada di kapal, kami mengeluarkan biaya sebesar Rp. 450.000/orang. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Underwater Pink Beach (taken by Setiawati)

Underwater Pulau Bidadari (taken by Setiawati)

29 – 30 September 2012,

Kami menyeberang dari Labuan Bajo menuju Pelabuhan Sape di Pulau Sumbawa dengan menggunakan ferry yang menempuh perjalanan selama 7 jam. Dari Pelabuhan Sape, kami menyeberang ke Bajopulo, sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pelabuhan. Cerita lengkapnya ada di sini.

Bajopulo, Sape

Kemudian kami kembali ke Pelabuhan Sape, dan melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa Besar, tempat perhentian kami selanjutnya. Untuk menuju Sumbawa Besar, kami harus menggunakan angkot hingga ke kota Bima, kemudian berganti angkot tujuan Sumbawa Besar. Kami mendapat pengalaman yang kurang menyenangkan selama perjalanan dengan angkot ini. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini.

01 Oktober 2012,

Di Sumbawa Besar, kami menginap di rumah teman mbak Wati, yaitu mbak Anggi. Rencana awal kami di Sumbawa Besar ini adalah menyeberang ke Pulau Moyo. Tapi gagal karena keadaan yang tidak memungkinkan. Akhirnya kami hanya mengunjungi pantai-pantai yang ada di sekitar kota Sumbawa Besar. Ada 2 pantai yang cukup cantik dan layak dikunjungi. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Pantai Kencana

02 Oktober 2012,

Menyeberang dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok. Bagi mbak Wati, waktunya pulang ke rumah. Bagi saya, waktunya melepas kangen dengan pantai-pantai cantik yang ada di Lombok. Namun sebelum menyeberang, kami terlebih dahulu mampir ke sebuah pulau di dekat Pelabuhan Poto Tano, yaitu Pulau Kenawa. Cerita lengkapnya ada di sini.

Pulau Kenawa

03 – 05 Oktober 2012,

Ditemani mbak Wati, saya mengunjungi beberapa pantai di Lombok yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, yaitu Pantai Elak-Elak, Gili Penyu, dan Pantai Mekaki. Tak lupa juga saya melepas kangen dengan 2 tempat favorit saya di Lombok, yaitu Gili Sudak dan Bukit Nipah.

Bukit Nipah

Rencana awal saya sebenarnya ke Gili Kondo, namun gagal karena tidak ada yang menemani. Selain kangen dengan pantai, saya juga kangen dengan 2 orang yang pernah menemani saya saat nge-trip ke Lombok bulan Juli kemarin, yaitu Fathima dan mas Duta. Cerita lengkap saat ada di Lombok bisa dibaca di sini.

04 Oktober 2012,

Waktunya pulang ke rumah. Siang itu saya terbang dari Lombok menuju Surabaya. Membawa ribuan foto, memori, dan berbagai pengalaman menyenangkan. Special thanks to :

  1. Mbak Wati sebagai partner backpacking yang tangguh dan yang banyak saya repotkan;
  2. Didi, yang bersedia dipinjam uangnya saat saya kehabisan duit, haha;
  3. Mas Roni dan mbak Anggi yang memberikan tumpangan gratis selama di Bali dan Sumbawa Besar;
  4. Fathima, yang bersedia kosnya saya obrak-abrik selama 2 hari di Lombok (makasih juga pinjaman motor dan pudingnya :D);
  5. Mas Duta yang memberikan kangkung gratis serta berbagai traktiran *wennaakk*;
  6. Dan banyak orang di jalan yang membuat perjalanan ini menyenangkan dan menyebalkan.

This is my first long trip backpacking, and I already make my closest dream comes true! :D

Hey, I’m backpacker!

Yang ingin ke TN Komodo dan Lombok, bisa cek paket trip berikut :

23 thoughts on “14 Days Trip : Bali – Labuan Bajo – TN Komodo – Sumbawa – Lombok

  1. Hai seneng deh baca postingan kamu ini. baru2 ini saya jg traveling selama 6 bln. oh ya kamu ga sempet ke Moyo ya, sayang sekali. 8 hr menghabiskan waktu di moyo rasanya masih kurang haha, slnya aku suka moyo.
    ditunggu cerita2 selanjutnya ya.

    • Halo mbak, (bener kan manggilnya ‘mbak?’)
      Terima kasih ya sudah mampir.
      Wow, senengnya bisa traveling selama 6 bulan. Kok bisa? Berhubungan dengan kerjaan kah?
      Iya nih, sayang sekali waktu itu keadaan lagi tidak memungkinkan untuk ke Moyo. Kalo balik ke Sumbawa lagi harus harus banget nyempetin ke Moyo :)

  2. Wah seru juga yaa.. km ga ke kanawa island ya? Blh tau ga itu sailing nya 2hr 1mlm 450rb per org itu ada minim brp org ga? Lalu tdrnya ada kmr atau gmn yg didlm kapal. Thx

    • Enggak sempat mampir ke Kanawa. Itu harga untuk kapal kapasitas 5 orang. Kapal kecil, jadi enggak ada kabin dan tidur di deck. Btw, itu harga dulu dan saat low season. Sekarang mungkin sudah banyak berubah :)

  3. kencana tour itu sama kaya kencana adventure kah? udah dapet tiket promo di Januari tapi katanya kalo januari cuacanya kurang bagus :(

  4. hayyy mb intan salam kenal ya ,,,

    asikk bnget kayaknya perjalannya ,,,

    mb boleh nanya nanya ngak …

    kalau aq dari padang bai mau ke labuan bajo berapa hari ya trus itu rutenya kayak gmna ya mb hhh

    mksh sebelumnya

  5. Halo mbak,salam kenal aku sasti dari jakarta. boleh minta kontaknya? mau tanya2 seputar akomodasi dan tour selama disana mbak hehe aku tertarik banget kesana cmn blm tau mulainya darimana. makasih sblmnya yaa

  6. Hi Intan!
    Saya baru saja kembali dari LOB Lombok-Lb. Bajo. I missed Padar Island and Wae Rebo, though. Huhuhu…
    Do you happen to have arranged trip for Pasola and/or whale hunting which also combined living in Wae Rebo?

    • Hi Chlara!
      Wae Rebo emang ngangenin yaa…
      Sayang banget aku belum nyampe ke Sumba dan Larantuka nih. Sumba target destinasi tahun ini sih. Kalo trip yang aku arrange bisa cek di berangan.com . Hehee… *promo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s