Mengintip si Cantik Bajopulo

Pertama kali saya menginjakkan kaki di Pulau Sumbawa adalah di Pelabuhan Sape yang terletak di ujung timur Sumbawa. Rencana untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Bima ditunda sebentar, karena saya penasaran akan sebuah pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Sape dan rasanya sayang untuk dilewatkan. Itulah Bajopulo.

Bersama mbak Wati dan Didi, saya menghampiri beberapa perahu nelayan yang bersandar di pelabuhan. Kebetulan saat itu ada sebuah perahu yang akan berangkat ke Bajopulo. Tarif normal sekali jalan ke Bajopulo adalah Rp. 2.000/orang. Tapi karena saat itu sudah sore, dan belum tentu ada perahu dari Bajopulo kembali ke Pelabuhan Sape, maka kami harus mencarter satu perahu. Setelah tawar menawar, akhirnya kami sepakat dengan harga Rp. 50.000 untuk bertiga PP. Sangat jauh memang dengan tarif aslinya, tapi yah apa boleh buat…

Di dalam perahu menuju Bajopulo

Perjalanan Sape – Bajopulo memakan waktu + 15 menit. Mendekati pulau, ombaknya membesar, yang membuat kami terombang-ambing di dalam perahu. Agak ngeri juga karena perahu yang kami tumpangi sudah agak tua. Saat itu di perahu kami ada 1 keluarga penduduk asli Bajopulo yang akan pulang ke rumahnya. Kata mereka, penduduk asli pulau tersebut berasal dari suku Bajo dan suku Bima.

Perkampungan penduduk Bajopulo

Dermaga Bajopulo terletak berdekatan dengan perkampungan penduduk. Kami tidak turun di dermaga tersebut, karena untuk mencapai pantai yang ingin kami kunjungi, masih harus berkendara dengan perahu beberapa menit lagi.

Kontur dan keadaan alam pulau ini sama dengan keadaan alam di Sumbawa, yaitu berbukit-bukit gersang dan berbatu-batu. Awalnya saya agak khawatir pantainya tidak akan terlihat bagus karena sudah sore dan tidak ada matahari. Namun setelah sampai di pantai, ternyata airnya masih terlihat biru dan jernih! Sore saja masih terlihat biru, entah bagaimana bagusnya perairan pantai tersebut saat tertimpa sinar matahari. Keadaan pantai dan pasirnya pun bersih.

Pantai di Bajopulo ini konon mempunyai terumbu karang yang masih bagus. Tapi karena sudah sore, kami mengurungkan niat untuk berenang, karena tentu saja terumbu karangnya tidak akan begitu terlihat apabila tidak ada sinar matahari. Akhirnya kami menghabiskan waktu dengan berfoto di sekitar pantai sambil menunggu senja tiba.

Senja di Bajopulo

Selepas senja, kami kembali menyeberang ke Pelabuhan Sape. Memang hanya mengintip, karena apa yang kami lihat tidak terlalu banyak akibat waktu yang terbatas. Tapi dari hanya mengintip pun, sudah terlihat kalau Bajopulo itu sebenarnya cantik! Si cantik yang masih tersembunyi malu-malu dan belum banyak dikenal orang.

Baca juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s