Kuala Lumpur Heritage ArchitecTour

13 Oktober 2012. Hari ketiga di Kuala Lumpur…

Hari ini Kuala Lumpur hujan deras mulai dari pagi hingga siang. Jadwal kami jadi agak kacau karena kami berempat baru bisa keluar dari hostel pada pukul 12.00. Itu pun kami keluar akibat “diusir” oleh si pemilik, karena jadwal check out-nya adalah pukul 11.30. Meskipun hujan belum berhenti, mau tidak mau saya, Ajeng, Heny dan Arum tetap melanjutkan perjalanan.

Rencana kami hari ini adalah city tour di Kuala Lumpur. Tujuan pertama adalah KL Sentral. Di KL Sentral kami menitipkan barang bawaan di locker coin serta membeli tiket Aerobus tujuan LCCT untuk nanti malam. Kemudian kami berencana menuju ke Lake Gardens. Dari KL Sentral kami naik komuter tujuan stasiun Kuala Lumpur (Kuala Lumpur Railway Station).

Kuala Lumpur Railway Station

Kuala Lumpur Railway Station dulunya adalah stasiun utama di Kuala Lumpur sebelum KL Sentral dibangun. Saat ini stasiun ini hanya digunakan sebagai stasiun komuter. Bangunan ini menjadi salah satu landmark di Kuala Lumpur karena keunikan arsitekturnya yang menggabungkan arsitektur Timur dan Barat. Meskipun merupakan bangunan lama, Kuala Lumpur Railway Station ini difungsikan dengan baik, serta bersih dan sangat terawat.

Karena masih hujan, kami duduk-duduk saja di platform stasiun ini. Namun karena tak kunjung reda, dan kami sudah “gatal” untuk berjalan, akhirnya kami nekat menerobos rintik hujan. Untuk menuju Lake Gardens, dari KL Railway Station kita pasti akan melewati Masjid Negara (National Mosque). Kami pun memutuskan untuk berteduh di dalam masjid, sekaligus menunaikan sholat dhuhur dan berwisata religi #jilbaban.

National Mosque

Saat akan memasuki pelataran masjid, saya yang satu-satunya tidak berjilbab di antara 4 wanita ini, langsung ditegur oleh seorang bapak yang berjaga di depan masjid. “Ayo itu kerudungnya dipakai. Di dalam masjid ini aurat harus tertutup”, kata si bapak. Untungnya saat itu secara kebetulan saya memakai scarf yang saya kalungkan di leher. Cepat-cepat scarf itu saya kerudungkan di kepala.

Salah satu landmark Kuala Lumpur ini mempunyai atap utama yang unik, yaitu berbentuk seperti payung. Arsitekturnya modern, dengan berbagai ornamen dan seni kaligrafi tradisional Islam. Tata landscape dengan reflecting pond dan water fountain melengkapi keindahan masjid ini. Karena keindahan arsitekturnya, masjid ini banyak dijadikan objek fotografi sekaligus tempat wisata bagi para turis.

Di depan National Mosque ini terdapat Malayan Railway Administration Building (Keretapi Tanah Melayu).

Untuk menuju tujuan kami yang sebenarnya, yaitu Lake Gardens, ternyata masih harus berjalan kaki cukup jauh. Lake Gardens (Taman Tasik Perdana) adalah kompleks taman rekreasi yang di sekitarnya banyak terdapat berbagai atraksi, seperti Bird Park, Butterfly Park, Deer Park, Orchid Garden, National Monument, Planetarium, dll. Saking luasnya, pengunjung biasanya menggunakan bus untuk mengunjungi tempat ini. Kami yang berjalan kaki tentu saja tidak sanggup. Akhirnya kami kembali ke Kuala Lumpur Railway Station untuk menuju KL Sentral dan kemudian menuju Masjid Jamek.

Masjid Jamek

Masjid Jamek dapat dicapai dari KL Sentral dengan menggunakan LRT. Dibangun tahun 1909, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid Jamek juga merupakan masjid pertama di Kuala Lumpur yang dibangun dari batu bata. Untuk memasuki masjid ini, para pengunjung wajib menggunakan pakaian yang menutup aurat. Dan untungnya saja saat itu saya membawa scarf untuk digunakan sebagai kerudung.

Kemudian kami melanjutkan ke Dataran Merdeka yang letaknya tidak jauh dari Masjid Jamek. Dataran Merdeka adalah tempat dimana bendera Malaysia pertama kali dikibarkan untuk menandai jatuhnya kekuasaan penjajah di tanah Melayu. Saat ini Dataran Merdeka sering digunakan untuk berbagai event penting, seperti perayaan kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada tanggal 31 Agustus. Dataran Merdeka dikelilingi oleh beberapa bangunan heritage yang menjadi landmark Kuala Lumpur, yaitu :

Panggung Bandaraya (City Theatre)

Panggung Bandaraya adalah sebuah bangunan theatre bersejarah yang dibangun pada tahun 1896. Saat ini Panggung Bandaraya ditetapkan menjadi salah satu bangunan heritage di Kuala Lumpur.

Sultan Abdul Samad Building

Berlokasi di depan Dataran Merdeka. Sultan Abdul Samad Building dibangun pada tahun 1897. Di masa penjajahan Inggris, bangunan ini digunakan sebagai kantor pemerintahan. Salah satu bangunan favorit saya di Kuala Lumpur ini sekarang digunakan sebagai kantor Kementrian Warisan Budaya dan Seni.

Kuala Lumpur City Gallery

Bangunan ini pada masa penjajahan Inggris digunakan sebagai kantor percetakan milik pemerintah yang mencetak berbagai buku dan dokumen pemerintahan. Saat ini fungsinya beralih menjadi Kuala Lumpur City Gallery yang memuat berbagai informasi tentang arsitektur, heritage, dan kebudayaan di Kuala Lumpur. Informasi di dalamnya dibuat dalam bentuk foto, cetakan di dinding, miniatur, dan suvenir yang kebanyakan dibuat dari kayu.

Tiap ruangan di Kuala Lumpur City Gallery ini sangat menarik. Memasuki galeri, kita akan disambut dinding berwarna merah dengan peta Kuala Lumpur tercetak di atasnya. Lalu ada ruangan Memories of Kuala Lumpur yang memuat sejarah Kuala Lumpur dan bangunan di sekitar Dataran Merdeka dalam bentuk maket. Kemudian yang paling akhir adalah gift shop yang menyediakan suvenir handmade yang terbuat dari kayu. Semuanya lucu-lucu! Bagi para pecinta arsitektur, galeri ini sangat wajib dikunjungi. Betah sekali saya berada di sini. Jam operasionalnya adalah pukul 08.00 – 18.30. Tidak dikenakan biaya untuk memasuki Kuala Lumpur City Gallery.

Royal Selangor Club

Bangunan yang berada tepat di depan Dataran Merdeka ini dulunya adalah sebuah club cricket. Dataran Merdeka dulunya digunakan sebagai lapangan cricket bagi klub ini.

Dataran Merdeka

Royal Selangor Club

Selain bangunan-bangunan di atas, masih banyak lagi bangunan historis yang berada di sekeliling Dataran Merdeka, yaitu Restoran Warisan, Museum Tekstil Negara, dll. Bagi saya yang pecinta arsitektur dan bangunan heritage, Dataran Merdeka ini adalah the best part of Kuala Lumpur.

Di depan Restoran Warisan

Museum Tekstil Negara

Tanpa sengaja, tema city tour kami hari ini adalah Kuala Lumpur Heritage Tour. Tidak hanya di sekitar Dataran Merdeka, bagian lain Kuala Lumpur masih banyak menyimpan bangunan peninggalan sejarah. Bangunan-bangunan lama yang rusak selalu dikonservasi dengan baik oleh pemerintah Kuala Lumpur, dan dijadikan daya tarik wisata. Satu hal yang saya kagumi dari Kuala Lumpur dan seharusnya dipelajari Indonesia dari negara tetangganya ini.

Baca juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s