Melaka City, One of UNESCO’s World Heritage City

Melaka merupakan salah satu provinsi di Malaysia. Terletak di wilayah selatan Semenanjung Melayu, di samping Selat Malaka. Ibukotanya adalah Kota Malaka, yang berjarak + 148 km di selatan Kuala Lumpur. Melaka dulunya adalah pusat perdagangan penting bagi Malaysia yang menarik pedagang dari seluruh dunia.

Sejak 7 Juli 2008, Melaka dinobatkan oleh UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia (World Heritage City). Ibukotanya menyimpan banyak bangunan heritage yang arsitekturnya terpengaruh oleh bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris.

How to get there

Dari KL Sentral, kami menggunakan komuter menuju stasiun Bandar Tasik Selatan. Kemudian dari Bandar Tasik Selatan berjalan kaki menuju Terminal Bersepadu Selatan, yaitu terminal bus yang akan membawa saya, Arum, Heny dan Ajeng menuju ke Melaka. Kami menggunakan Metrobus dengan tarif RM8.9.

Perjalanan menuju Melaka City (ibukota Melaka) memakan waktu + 2 jam. Di Melaka City, bus kami berhenti di Melaka Sentral, yaitu stasiun bus utama di Melaka. Setelah itu kami naik sebuah bus (lupa apa namanya) dengan tujuan Red Square. Tarifnya RM1.

What to do?

Wisata bangunan bersejarah tentunya! Tempat wisata di Melaka City ini letaknya sekompleks dan berdekatan. Pemberhentian busnya ada di Red Square. Dinamakan Red Square karena bangunan di sekitarnya berwarna merah salmon. Bangunan yang ada di sekitar Red Square ini adalah The Stadthuys (Museum Sejarah dan Etnografi), Christ Church, Malaysia Youth Museum, dan Melaka Art Gallery.

The Stadthuys

Christ Church

Malaysia Youth Museum

Untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Melaka City ini kita bisa berjalan kaki atau menggunakan semacam becak hias yang mangkal di sekitar Red Square. Tapi tidak enaknya memakai becak adalah, waktunya dibatasi. Akhirnya kami lebih memilih berjalan kaki.

Becak hias

Di sekitar kompleks bangunan bersejarah ini jalannya sangat nyaman sekali dibuat untuk berjalan kaki karena tidak banyak kendaraan yang lewat. Di beberapa spot juga ada peta kompleks tersebut. Sangat berguna untuk memandu para wisatawan.

Tourism Centre

Dan inilah foto-foto bangunan dan spot wisata di dalam kompleks heritage di Melaka City.

Casa del Rio Hotel

Kincir Air Kesultanan Melayu

Museum Islam Melaka

Malaysia Architecture Museum

Museum Umno Melaka

Porta de Santiago

Proclamation of Independence Memorial

Jonker Walk

Sebenarnya masih banyak lagi spot wisata yang bisa dikunjungi di dalam kompleks ini. Namun karena tiga cewek lain sudah mengeluh capek, kepanasan, dan kelaparan, terpaksa perjalanan dihentikan *sigh*.

Bagi para pecinta bangunan bersejarah, wajib berkunjung ke Melaka. Semua bangunannya bersih dan terawat. Satu hal yang bikin saya iri sekaligus kagum pada Malaysia; menghargai nilai historis dari suatu bangunan, merawatnya, dan membuatnya menjadi tempat wisata yang menarik. Salut!

Baca juga :

8 thoughts on “Melaka City, One of UNESCO’s World Heritage City

    • Seingat saya waktu itu bus ke Melaka jam setengah 9. Nanti kalau sudah sampai di terminal Melaka, langsung cek aja jadwal bus untuk balik ke KL. Waktu itu sih saya jam 2 sudah balik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s