Gimana Rasanya “Live on Board?”

Apabila kita sedang melakukan perjalanan panjang melewati laut, sudah tentu menginapnya di kapal kan? Itulah yang dinamakan “Live on Board”. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, cara ini sering dipakai oleh para pelancong untuk mengeksplor beberapa pulau sekaligus. Di Raja Ampat atau di Taman Nasional Komodo misalnya. Kedua tempat tersebut memiliki banyak pulau yang jaraknya berjauhan. Untuk menghemat waktu agar tidak perlu bolak-balik ke daratan, maka “Live on Board” dianggap paling efektif. Tempat yang dikunjungi pun bisa lebih banyak.

Saya baru sekali merasakan pengalaman menginap di atas kapal ini, yaitu saat pergi ke Taman Nasional Komodo. Jarak dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo adalah 4 jam. Sangat tidak efektif apabila harus bolak-balik Labuan Bajo – Pulau Komodo dalam sehari mengingat jaraknya yang cukup jauh. Habis waktu, habis tenaga. Para pemilik kapal pun tidak ada yang mau melakukan one day trip ke Pulau Komodo. One day trip hanya dapat dilakukan ke Pulau Rinca karena jaraknya hanya 2 jam dari Labuan Bajo. Jika ingin ke Pulau Komodo, mau tidak mau harus “Live on Board”.

Karena on budget, otomatis saat itu kami menyewa kapal yang tidak terlalu mahal. Biaya per orangnya Rp. 450.000 (harga bulan September 2012) untuk live on board selama 2 hari. Biaya tersebut termasuk segala fasilitas di dalam kapal (life vest, makan 3x sehari, kopi/teh, air mineral, perlengkapan tidur). Ukuran kapalnya tidak terlalu besar, dengan kapasitas 5 orang penumpang dan 2 orang awak kapal. Awak kapalnya terdiri dari kapten kapal dan asistennya yang bertugas bersih-bersih dan memasak.

Kapal “live on board”

Area dek sebagai tempat makan

Mari makan! :D

Keadaan kapalnya bersih. Tempat untuk makan dan beraktivitas berada dalam satu area untuk tidur. Jadi saat jam tidur, para awak kapal akan menyingkirkan meja dan bangku untuk menggelar matras. Matrasnya dilengkapi dengan seprai, selimut, dan bantal. Agar tidak masuk angin, sekeliling kapal yang terbuka pun bisa ditutup dengan terpal saat malam hari.

Area dek yang ‘disulap’ sebagai area tidur

Fasilitas lain adalah toilet dan dapur di bagian belakang kapal. Karena hanya 2 hari, toilet pun seadanya. Hanya kloset jongkok dengan ember yang berisikan air asin untuk menyiram toilet. Air tawar tersedia hanya satu gentong besar, digunakan untuk masak, wudhu, dan menyikat gigi.

Anjungan depan kapal, tempat untuk narsis

Pada awalnya saya memang ragu menginap di atas kapal, karena saya gampang mabuk laut dan masuk angin. Tapi senangnya saya karena saat itu sama sekali tidak mengalami mabuk laut sama sekali. Namun, melalui pengalaman ini saya agak malas mengulangi live on board karena ada 2 hal yang membuat saya tidak nyaman :

  1. Tidak bisa mandi. Bayangkan, setelah snorkeling dan terkena air laut, badan dan rambut pasti rasanya lengket sekali. Air tawar untuk mandi adalah yang paling saya butuhkan saat itu. Tapi bagaimana bisa mandi, kamar mandi yang disediakan hanya toilet seadanya. Air tawar pun terbatas.
  2. Tidur di dek kapal yang sekaligus digunakan untuk beraktivitas sangat tidak nyaman karena basah dan lembab. Ada baiknya memilih kapal dengan dek terpisah untuk tidur, sehingga bisa tetap kering.

Yah itu sebenarnya juga tergantung kapalnya sih. Kapal yang lebih mahal tentu memiliki fasilitas yang memadai, seperti kabin untuk tidur, AC, toilet yang bagus, dek di atas kapal, dll. Kenyamanan bisa dibeli asalkan duit pun memadai. :D

Kapal yang dilengkapi kabin

Mau ikut trip Live on Board “Sailing Komodo” dengan kapal yang nyaman, ber-kabin, dan ber-AC seperti di atas? Yuk ikut trip-nya Berangan Trip! Cek detailnya di http://wp.me/p3FEJm-1L

Baca juga :

2 thoughts on “Gimana Rasanya “Live on Board?”

  1. halo mbak,

    boleh tanya untuk sewa kapal yg di gambar terakhir kmn bisa di hubunginya ?
    saya dan teman2 rencana di bajo agustus akhir, dan langsung mau cari kapal dsn ,

    melihat blog mbak, jd pgn sewa yg seperti itu

    mhn infonya mbak terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s