Dua Jam di Pulau Rinca

“Hello, my name is Abdul Kadir. I’m the ranger who will accompany you during your trip in Rinca Island of Komodo National Park. We will walk along the path in the forest, searching for Komodo Dragon. There are three kinds of track; short track, medium track, and long track. Which one will you choose?”

Pak Abdul menyambut kami dalam bahasa Inggris yang cukup lancar. Maklum, ada Joke dan Pieter yang berasal dari Belgia. Kami lalu berdiskusi sebentar. “I love walking. As long as I can,” ujar Joke. Sayang, kapten kapal hanya memberi kami waktu 2 jam berada di Pulau Rinca. Otomatis kami hanya bisa memilih medium track sepanjang 2.5 km dengan waktu tempuh sekitar 1.5 jam.

IMG_0843 (2)

Pak Abdul melanjutkan penjelasannya. “Taman Nasional Komodo ini bukan kebun binatang, melainkan alam liar dengan hewan-hewan yang bebas berkeliaran. Oleh karena itu, ada beberapa peraturan yang harus kami jelaskan kepada para pengunjung sebelum melakukan trekking, yaitu :

  1. Tetaplah berada dalam rombongan dan mematuhi perintah ranger.
  2. Jangan merokok atau menyalakan api, karena savanna kering yang ada di pulau ini sangat mudah terbakar.
  3. Jangan buang sampah sembarangan dan jangan ambil apapun yang ada di alam. Leave nothing but footprints, take nothing but pictures, kill nothing but times.
  4. Jangan meletakkan tas selempang di belakang sehingga bergoyang-goyang saat kita berjalan, karena komodo akan mengira kita sedang mengiming-imingi mereka umpan.
  5. Jangan berada terlalu dekat dengan komodo, dan jangan panik apabila ada komodo yang tiba-tiba mendekat.”

“Nah, karena di alam liar, keberuntunganlah yang berperan apakah kita dapat bertemu Komodo atau tidak. Sekalinya kita menemukan seekor komodo, manfaatkan sebaik-baiknya dengan mengambil foto sebanyak-banyaknya. Tetapi tetaplah dalam jarak aman saat mengambil foto seekor Komodo,” ujar Pak Abdul.

Setelah beberapa penjelasan, Pak Abdul mengambil tongkat pemandunya, lalu meminta kami untuk mengikutinya. Beruntungnya kami. Tidak jauh dari bangunan kantor T.N. Komodo, kami menemukan 6 ekor komodo yang sedang leyeh-leyeh di bawah bangunan dapur. Ternyata mereka berada di situ karena terpancing bau masakan dari dalam dapur. “Awas mbak, jangan terlalu dekat!” seru Pak Abdul berkali-kali mengingatkan kami yang asyik berfoto.

Beberapa komodo di bawah bangunan dapur

Beberapa komodo di bawah bangunan dapur

Sembari berjalan, Pak Abdul bercerita tentang dirinya dan pekerjaannya sebagai ranger.  “Saya adalah penduduk asli Kampung Rinca. Di Pulau Rinca ini, hanya ada 3 orang ranger termasuk saya yang berasal dari Kampung Rinca dan digaji oleh pemerintah. Selebihnya adalah volunteer. Sebelum menjadi ranger, kami menjalani training selama beberapa minggu. Dalam tugas kami sehari-hari, kami selalu membawa tongkat dengan ujung bercabang dua yang menyerupai lidah Komodo. Tongkat ini kami gunakan untuk menghalau Komodo yang berusaha mendekat atau menyerang.”

“Rumah saya di kampung Rinca letaknya jauh dari kantor Taman Nasional Komodo di Loh Buaya. Saya bisa menghabiskan 6 jam berjalan kaki dari Loh Buaya menuju kampung Rinca. Sedangkan jika menggunakan kapal, jaraknya 1 jam. Itu pun kapal menuju kampung tidak setiap hari ada. Karena itulah, dalam sebulan kami secara bergantian hanya bekerja selama 20 hari. 10 hari berikutnya, kami diijinkan pulang untuk berkumpul bersama keluarga kami,”

Ranger di Pulau Komodo beda lagi ceritanya dengan kami. Semua ranger di Pulau Komodo adalah volunteer yang berasal dari kampung Komodo. Karena jarak kampung Komodo hanya 1 jam berjalan kaki dari kantor Taman Nasional Komodo di Loh Liang, mereka bekerja setiap hari,” beber Pak Abdul.

Kami terus berjalan melewati jalan setapak di dalam hutan. Deretan pepohonan kering mengiringi jalan kami. Dedaunan kering berjatuhan dimana-mana. Memang saat itu sedang musim kemarau. Entah bagaimana keadaan tempat ini saat musim hujan. Menghijau kah?

IMG_0904

Pak Abdul kembali bercerita. “Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hanya dapat ditemui di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Mereka mampu berlari hingga 20 km/jam, berenang, menyelam, bahkan memanjat pohon. Ngeri ya? Tapi tenang saja, komodo tidak akan menyerang manusia apabila tidak merasa terganggu atau terancam.”

“Komodo lebih mudah ditemukan saat siang hari, dimana mereka sedang asyik-asyiknya berjemur. Pagi hari adalah saat dimana mereka aktif. Rata-rata komodo ditemukan dalam keadaan tidak berkelompok, karena pada dasarnya mereka adalah hewan yang penyendiri, dan berkumpul hanya pada saat makan dan berkembang biak,” jelas Pak Abdul.

Tak lama kemudian, kami menemukan papan bertuliskan “Please stay on trail”. Di belakangnya, ada semacam gundukan tanah dengan tiga lubang. “Itu sarang telur Komodo,” kata Pak Abdul. “Kalau ada sarang, berarti di dekat sini pasti ada komodo betina yang sedang berjaga.” Benar saja, tak lama ada seekor komodo yang keluar dari balik pepohonan. Rupanya bulan September adalah waktu bagi para komodo betina untuk bertelur.

Sarang telur komodo

Sarang telur komodo

“Musim kawin komodo terjadi antara bulan April – Agustus. Bulan September adalah saat komodo betina bertelur dan menyimpan telurnya dalam sarang berupa lubang di tanah selama 8-9 bulan. Selama 8-9 bulan itu, komodo betina akan terus berada di dekat sarang untuk menjaga telur-telurnya. Seekor komodo betina dapat bertelur sekitar 15-38 butir. Karena telur-telur komodo ini banyak ‘penggemar’nya, si induk komodo membuat 2 lubang kosong lain sebagai kamuflase untuk mengelabui siapapun yang berusaha mengambil telur-telurnya. Jadi, hewan-hewan lain yang datang tidak akan tahu di lubang mana telur yang sebenarnya terletak,” beber Pak Abdul.

Pak Abdul melanjutkan. “Setelah lahir, anak-anak komodo ini akan langsung naik ke atas pohon agar tidak dimakan oleh komodo yang lebih besar. Mereka akan hidup di atas pohon selama + 3 tahun dengan memakan hewan kecil dan serangga yang hidup di pohon. Komodo memang merupakan hewan kanibal. Mereka tidak segan untuk memakan sesamanya, terutama yang lebih lemah. Bahkan induk komodo pun terkadang memakan anaknya yang baru saja lahir.”

Kami bergidik mendengar penjelasan Pak Abdul. “What a crazy animal,” ujar Joke. Perjalanan terus berlanjut hingga kami sampai di suatu pohon dengan beberapa “pajangan” berupa tengkorak kerbau. Rupanya tengkorak-tengkorak itu adalah “korban” komodo, yang kemudian sengaja diatur di batang pohon oleh para ranger. Biar lebih menarik, katanya. Hihi.

Tengkorak-tengkorak bekas "korban" komodo

Tengkorak-tengkorak bekas “korban” komodo

Menurut Pak Abdul, makanan pokok komodo adalah kerbau liar yang banyak ditemukan di pulau ini. “Komodo membutuhkan waktu yang lama untuk membunuh kerbau. Biasanya komodo menyerang kerbau saat mereka sedang tidur, kemudian menunggu selama 3 minggu hingga akhirnya si kerbau mati, lantas memakannya. Jika memakan mangsa yang besar seperti kerbau, komodo bisa tahan tidak makan hingga beberapa bulan ke depan, disebabkan metabolismenya yang lamban.”

Jika malas berburu, kadang komodo hanya menunggu mangsanya di bawah pohon. Pak Abdul menceritakan pengalamannya. “Saya pernah lihat. Ada 2 ekor monyet yang sedang berkelahi di atas pohon. Salah satunya kalah, kemudian jatuh ke bawah, dan dengan sigap ditangkap oleh seekor komodo yang sudah menunggu di bawah pohon.” Wow.

Tak terasa waktu 2 jam hampir berlalu, sehingga kami harus segera kembali ke Loh Buaya dan melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya. “Have a great time in Komodo National Park. Rumah saya di Kampung Rinca sangat terbuka jika ada yang mau menginap. Masyarakat Kampung Rinca semuanya ramah dan senang apabila ada wisatawan yang berkunjung ke kampung mereka. Jadi, jangan ragu untuk datang!” ujar Pak Abdul di akhir tour kami hari itu.

Surely we have a great time with you, Pak. Will come back someday! :)

Bersama Pak Abdul :)

Bersama Pak Abdul :)

Yuk ikut trip Sailing Komodo bareng Berangan Trip! Cek detailnya di http://wp.me/p3FEJm-1L

Baca juga :

12 thoughts on “Dua Jam di Pulau Rinca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s