Surabaya Heritage Track : Heroic Track

Ini kali kedua saya ngikut program Surabaya Heritage Track (SHT). Program tur keliling tempat-tempat bersejarah di Surabaya yang diadakan oleh House of Sampoerna ini, kali ini mengadakan tematik tur Heroic Track : Kilas Balik Pertempuran 10 November 1945. Tematik tur ini diadakan dalam rangka memperingati hari Pahlawan, selama 06 November – 02 Desember 2012 pada hari Selasa – Minggu.

IMG_0093

Untuk mengikuti Surabaya Heritage Track ini, dianjurkan untuk booking paling tidak seminggu sebelumnya, karena biasanya sering full booked. Saat itu saya booking 4 hari sebelum, dan full booked! Akhirnya mencoba gambling dengan langsung datang ke House of Sampoerna, berharap masih ada sisa kursi. Eh, ternyata ada 4 orang booker yang tidak datang pada hari H, sehingga 2 kursi pun kami dapat. Lucky us! :)

IMG_0097

Bus Surabaya Heritage Track

Sebelum naik ke bus, peserta tur (yang disebut “Tracker”) masing-masing diberi sebuah peta kecil yang berisikan rute SHT beserta keterangan masing-masing tempat yang dikunjungi. Rute tur ini memang hanya melewati bagian bersejarah dari Surabaya, yang kebanyakan terletak di sekitaran Surabaya Utara. Destinasinya meliputi tempat religi, cagar budaya, museum dan monumen, pasar tradisional, serta tempat seni dan budaya.

IMG_0025

Bus merah berkapasitas sekitar 15 orang ini berangkat tepat waktu dari House of Sampoerna pada pukul 13.00. Tema tur di hari minggu adalah “Pertempuran 3 Hari Melawan Sekutu” dengan destinasi Bank Mandiri – Kembang Jepun dan Museum 10 Nopember. Tujuan pertama adalah Bank Mandiri yang terletak di Jalan Kembang Jepun. Saya sebelumnya enggak mengira bahwa di dalam Bank Mandiri yang fasadnya sama sekali enggak menarik dan kusam ini ternyata di lantai dasarnya terdapat sebuah museum.

Bangunan ini dulunya bernama Escompto Bank yang dibangun oleh arsitek Belanda Marius J. Hulswit pada tahun 1928. Saat ini lantai 1 diperuntukkan sebagai museum, dan lantai 2 sebagai kantor Bank Mandiri. Di lantai 1, terdapat ruang koleksi yang menampilkan koleksi bersejarah berupa benda-benda dan dokumen yang berkaitan dengan sejarah masa lampau bank ini. Ada mesin ketik dan mesin penghitung kuno, arsip perbankan, buku pembukuan yang seluruhnya masih ditulis tangan, dll. Koleksi-koleksi tersebut ditempatkan dalam pigura kaca, etalase kaca, dan ada pula yang dipajang tanpa etalase.

Selamat datang di Bank Mandiri... *ala resepsionis*

Selamat datang di Bank Mandiri… *ala resepsionis*

page

page2

"Saya lagi sibuk telpon, jangan diganggu," kata Pak Nana

“Saya lagi sibuk telpon, jangan diganggu,” kata Pak Nana :|

Salah satu koleksi yang unik adalah sebuah mesin ketik kuno yang besar dan berat. Uniknya adalah, di atas mesin ketik ini terpajang tulisan : Sayembara berhadiah Rp. 1.000.000 bagi yang mampu mengangkat dan memindah sendirian mesin tik ini sejauh “hanya” 1 meter. Kedengarannya memang mudah, tapi kenyataannya sampai saat ini belum ada yang mampu melaksanakannya karena asli beraatt!

IMG_0035

Si mesin ketik berhadiah

Setelah sekitar 15 menit berkeliling museum, tur berlanjut ke Museum 10 Nopember yang berada di kompleks Tugu Pahlawan. Selama perjalanan dengan bus ini, kami melewati jalan yang dipenuhi oleh bangunan tua dan bersejarah, seperti Jl. karet, Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, Jl. Kalisosok, dll. Si pemandu tur pun tak henti-hentinya bercerita tentang sejarah berbagai bangunan dan jalan yang kami lewati.

Kompleks Tugu Pahlawan ternyata buka hanya setengah hari pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi tetap dibuka bagi para peserta SHT meskipun saat itu sudah lewat jam tutup. Monumen yang dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 ini berdiri di sebuah tanah lapang seluas 1.3 hektar. Di dekat tugu terdapat sebuah museum, yaitu Museum 10 November yang berisikan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam melawan sekutu.

IMG_0071

cats

cats2

Puas berkeliling di kompleks Tugu Pahlawan, bus pun kembali ke House of Sampoerna yang menandakan bahwa tur telah berakhir. Tur ini memang singkat, hanya 1 jam, namun sarat akan informasi sejarah. Agak lucu, karena saya merasa seperti turis di dalam kota sendiri yang enggak tau banyak soal sejarah Surabaya, dan ber”oohh..oohh..” dan banyak mengangguk-angguk karena baru tau akan arti dari nama jalan ini, fungsi dari bangunan itu, dll. Tidak rugi, karena tur ini tidak dipungut biaya, alias gratis tis tiss!

For further information about Surabaya Heritage Track, please check : houseofsampoerna.museum

Baca juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s