Ke Mana Saja di Surabaya? (Part 1)

Akibat mengantar Winny, si gadis Batak yang baru pertama kali ke Surabaya, berkeliling kota Surabaya (meskipun hanya sebentar), saya jadi kepikiran bikin sedikit guidance objek-objek wisata di Surabaya. Malu kan kalau misalnya ada orang luar kota yang bertanya,”Di Surabaya enaknya ke mana saja?”. Lalu kita hanya bisa menjawab,”Emmm..ke mall?”. Jawaban macam apa itu.

Wisatawan dari luar kota selama ini hanya kenal Surabaya dari Jembatan Suramadu atau Tugu Pahlawan-nya saja. Tapi sebenarnya Surabaya tak hanya itu. Kota metropolitan kedua di Indonesia ini juga tak hanya punya mall-mall besar sebagai daya tarik kotanya. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya punya banyak monumen, museum, bangunan peninggalan sejarah, serta cagar budaya. Taman-taman kota, kebun binatang, kampung Arab, dan pecinan juga dapat dijadikan objek wisata yang menarik di Surabaya. Apa dan di mana saja tempat tersebut?

Surabaya Tourism Information Centre

Bingung mau ke mana saja di Surabaya? Ada baiknya kita terlebih dahulu mendatangi Pusat Informasi Pariwisata yang terletak di Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya. Layaknya sebuah pusat informasi wisata, tempat ini menyediakan brosur-brosur objek wisata di Surabaya dan melayani pertanyaan seputar wisata di Surabaya dan Jawa Timur. Selain itu juga tersedia berbagai souvenir khas Surabaya, seperti kaos, kartu pos, mug, pin, dll yang dijual dengan harga terjangkau.

Picture 025

Postcard from Surabaya

Postcard from Surabaya

House of Sampoerna

House of Sampoerna awalnya adalah panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Kompleks bangunan ini kemudian dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama.

Kompleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan lebih kecil di sayap timur dan barat, serta serta beberapa bangsal luas berlantai satu di belakang auditorium sentral. Bangunan di kedua sayap auditorium kemudian diubah menjadi tempat kediaman keluarga, sementara bangsal-bangsal besar yang menyerupai gudang dimanfaatkan untuk pengolahan tembakau dan cengkeh, peracikan, pelintingan dan pengepakan, percetakan, serta pemrosesan barang jadi.

Saat ini, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi merek kretek Dji Sam Soe. Memperingati ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah dipugar, dan saat ini dibuka untuk masyarakat umum.

Auditorium sentral saat ini difungsikan sebagai museum yang memuat berbagai informasi tentang kisah hidup pendiri Sampoerna dan perkembangan bisnisnya. Di lantai 2 museum ini, pengunjung disuguhi pemandangan fasilitas produksi rokok lintingan tangan yang dilakukan oleh lebih dari 400 wanita melinting rokok dengan kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam. Selain itu juga terdapat toko cindera mata yang menjual berbagai souvenir khas Surabaya dan Jawa Timur di lantai 2 museum.

Bangunan museum

Bangunan museum

Picture 099

Di salah satu sudut museum

Bangunan di sayap barat kompleks tetap dipertahankan sebagai kediaman resmi keluarga Sampoerna. Sedangkan sayap timur kompleks disulap menjadi suatu bangunan unik yang menaungi sebuah kafe dan galeri seni. Setiap bulannya, galeri seni mempertunjukkan pameran karya seniman Indonesia, serta menyediakan tempat bagi para seniman muda berbakat untuk menggelar karya mereka.

Bangunan di sayap barat

Bangunan di sayap barat

Salah satu yang menarik dari House of Sampoerna ini adalah program Surabaya Heritage Track, yaitu tur keliling kota tua Surabaya dengan menggunakan sebuah bus. Tur ini diadakan setiap hari dengan jadwal dan destinasi tertentu, ditemani seorang pemandu, dan yang jelas, gratis! Lebih lengkap tentang Surabaya Heritage Track, bisa dibaca di postingan Surabaya Heritage Track : Heroic Track

More info, visit www.houseofsampoerna.museum

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah monumen yang dibangun untuk memperingati perjuangan arek-arek Suroboyo yang berjuang melawan pasukan Sekutu dalam peristiwa Pertempuran 10 November 1945. Monumen setinggi  41.15 m ini berdiri di atas tanah lapang seluas 1.3 hektar, di Jl. Pahlawan Surabaya. Tidak hanya monumen, di dalam kompleks ini juga terdapat Museum 10 November yang dibangun untuk memperkuat keberadaan Tugu Pahlawan.

IMG_0071

Bangunan museum terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 digunakan sebagai ruang pamer patung-patung yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Surabaya. Ruang auditorium di lantai 2 digunakan sebagai ruang pamer senjata, foto-foto documenter, serta koleksi peninggalan Bung Tomo. Selain itu ada dua ruang diorama yang menyajikan beberapa peristiwa yang terjadi pada 10 November 1945.

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur. Selama pengabdiannya, KRI Pasopati banyak berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut yurisdiksi nasional dalam berbagai operasinya. Kini, eks KRI Pasopati yang telah dirakit ulang dan dimonumenkan ini dibuka untuk umum sejak tanggal 15 Juli 1998. Ruang dalamnya terbagi atas 7 ruangan, mulai dari ruang kendali, ruang istirahat, ruang mesin, dll.

Source : goindonesia.com

Source : goindonesia.com

Monument yang berlokasi di bantaran sungai Kalimas, Jl. Pemuda Surabaya, ini dibangun atas prakarsa pimpinan TNI – AL, Gubernur Jawa Timur, dan para sesepuh Kapal Selam. Pembangunannya bertujuan untuk mewariskan nilai sejarah dan melestarikan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa, serta menambah objek wisata bernuansa bahari di Surabaya.

More info, visit www.monkasel.com

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Salah satu dari sedikit wisata alam di Surabaya adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo. Pengembangan wisata mangrove ini sekaligus upaya untuk memanfaatkan bozem (waduk kecil) Wonorejo yang berfungsi untuk mengendalikan banjir. Selain sebagai penghambat abrasi laut, hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat tinggal beberapa komunitas hewan. Hewan yang liar sebagian ditangkarkan, dan sebagian lagi sudah dipindahkan. Lebih lengkap tentang Mangrove Wonorejo, bisa dibaca di postingan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya

IMG_0322

More info visit www.ekowisata-mangrove-wonorejo.com

Kebun Binatang Surabaya

Emm…saya tidak begitu menyarankan untuk ke sini sih sebenarnya. Kebun binatang yang terletak di pusat kota ini saat ini keadaannya sudah tidak begitu terawat. Tahun 2012 lalu pemberitaan tentang kebun binatang ini sedang banyak-banyaknya, akibat banyak hewannya yang mati karena kurangnya fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang berkualitas. Sayang sekali, padahal kebun binatang ini pernah menjadi yang terlengkap dan terbesar se-Asia Tenggara.

Di depan kebun binatang ini terdapat patung ikon Surabaya, yaitu ikan Sura (hiu) dan Boyo (buaya). Meskipun tidak masuk ke dalam kebun binatangnya, paling tidak kita bisa berfoto di depan patung ini. Tidak membawa kamera? Jangan takut, ada beberapa bapak tukang foto yang menawarkan jasanya. Belum sah ke Surabaya kalau belum berfoto di depan landmark Surabaya ini :p

IMG_0670

Taman Bungkul

Taman yang paling nge-hits se-Surabaya ini terletak di pusat kota Surabaya, yaitu di Jl. Raya Darmo. Taman ini makin tenar setelah revitalisasinya selesai pada tahun 2007. Dengan luas area + 900 m2, taman ini tergolong lengkap dengan berbagai fasilitasnya, yaitu skateboard dan sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), akses internet nirkabel (Wi-Fi atau HotSpot), telepon umum, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak, pujasera, hingga jalur bagi penyandang cacat.

url

Source : informasisurabaya.com

Nama Taman Bungkul diambil dari nama seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beliau adalah Ki Ageng Supo yang kemudian mendapat gelar Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul yang makamnya terdapat di belakang taman ini.

Taman Bungkul saat ini menjadi salah satu tujuan warga Surabaya untuk sekedar berkumpul dan melepas penat sambil menikmati suasana hijau di tengah kota. Banyak acara hiburan dan kebudayaan digelar di taman ini. Salah satunya yang rutin adalah car free day setiap hari Minggu, pukul 06.00-10.00

Baca juga :

6 thoughts on “Ke Mana Saja di Surabaya? (Part 1)

  1. untungnya aku ktemu kakak..hehehe..
    shbs dri surabaya aku langsung tepar kak!!! ni bru sembuh tp artikel blum kelar :(..
    pngalaman di surabaya ama kakak sangat mnyenangkan :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s