Ke Mana Saja di Surabaya? (Part 2)

Jembatan Suramadu

Siapa yang tidak tahu Jembatan Suramadu? Jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura ini sangat terkenal sebagai ikon kota Surabaya. Jembatan ini menjadi terkenal karena menjadi jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, yaitu mencapai 5.438 m. Pembangunan Jembatan Suramadu dimaksudkan pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dan ekonomi, di Pulau Madura, agar tidak tertinggal dari kawasan lain di Jawa Timur.

Suramadu at night. Source : Wikipedia

Suramadu at night. Source : Wikipedia

Rata-rata, wisatawan dari luar kota yang penasaran, hanya menyeberangi jembatan, kemudian sesampainya di sisi Madura, langsung berbalik arah lagi ke Surabaya. Hahaha. Yah, pengalaman menyeberangi jembatan terpanjang di Indonesia itu yang perlu dicoba kan? Tapi jangan berfoto di tengah jembatan ya. Kendaraan dilarang berhenti di tengah-tengah jembatan, dan ada petugas yang setiap waktu berpatroli untuk menertibkan siapapun yang membandel.

Monumen Jalasveva Jayamahe

Jalasveva Jayamahe berarti “jaya di laut dan jaya di darat”. Semboyan ini menggambarkan kehebatan nenek moyang kita yang digambarkan dalam sebuah lagu anak-anak sebagai berikut,

“Nenek moyangku seorang pelaut, Gemar mengarung luas samudera, Menerjang ombak tiada takut, Menempuh badai sudah biasa…”

Source : wisatabaharisurabaya.blogspot.com

Source : wisatabaharisurabaya.blogspot.com

Monumen Jalasveva Jayamahe berbentuk figur Perwira Angkatan Laut RI yang berdiri tegak menatap kea rah laut, dengan tangan kanan berkacak pinggang, dan tangan kiri memegang pedang kehormatannya. Monumen setinggi 30.6 m ini berdiri di atas sebuah gedung bundar setinggi 30 m yang berfungsi sebagai Museum Kejayaan Bahari Indonesia. Letaknya ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Masjid Cheng Ho

Masjid tapi kok namanya Cina? Nah, memang di situlah uniknya. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan budaya Islam, Jawa, dan Cina, yang menunjukkan eratnya hubungan antar budaya tersebut sejak dahulu. Eksterior dan interiornya didominasi warna merah, hijau, dan kuning, serta dihiasi oleh ornamen bernuansa Tiongkok.

Source : flickriver.com/photos/jasnimuda/4541396647/

Source : flickriver.com/photos/jasnimuda/4541396647/

Masjid yang terletak di Jl. Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya ini merupakan bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Ho, seorang Laksamana dari Cina yang berdagang dan menyebarkan agama Islam di kawasan Asia Tenggara, kemudian mendarat di tanah Jawa untuk mengunjungi Raja Majapahit.

Patung Buddha Empat Wajah

Patung Buddha yang menempati bangunan semacam stupa ini diakui MURI sebagai patung religi terbesar dan tertinggi di Indonesia. Empat wajah Buddha ini memiliki filosofi empat kebaikan Buddha, yaitu welas asih, murah hati, adil, dan meditasi. Bingung yang mana wajah depannya? Gampang saja. Yang memegang tasbih adalah bagian wajah yang menghadap depan. Terletak di Jl. Sukolilo Surabaya, tempat ini juga menjadi salah satu tempat berdoa bagi umat beragama Budha.

Source : eastjava.com

Source : eastjava.com

Perpustakaan Bank Indonesia

Bangunan yang dulunya difungsikan sebagai Museum Mpu Tantular ini pada dasarnya adalah salah satu aset bangunan bersejarah milik Bank Indonesia di Surabaya. Setelah Museum Mpu Tantular dipindahkan ke Sidoarjo, bangunan ini dialihfungsikan sebagai perpustakaan sejak peresmiannya pada Juli 2012.

Perpustakaan ini berfokus pada ilmu ekonomi, moneter, dan perbankan. Fasilitas di dalamnya terdiri dari ruang baca utama dan ruang baca anak dengan koleksi mencapai lebih dari 15.000 buku, ruang computer, free wi-fi, serta ruang audio visual. Buka pada hari Senin – Jumat, pukul 08.00 – 16.00. Terletak di Jl. Taman Mayangkara no. 6 Surabaya.

Source : travel.detik.com

Source : travel.detik.com

Jika dijabarkan lebih jauh, masih banyak lagi objek yang bisa didatangi di Surabaya, seperti Museum Kesehatan, kampung Arab (Ampel), kawasan pecinan di Jalan Kembang Jepun (Kya Kya), Taman Budaya, dan banyak taman kota, seperti Taman Ekspresi dan Kebun Bibit Wonorejo. Surabaya itu tidak cuma mall, kawan!

Baca juga :

9 thoughts on “Ke Mana Saja di Surabaya? (Part 2)

  1. saya malah baru seminggu di surabaya..belom tau apap..kmnakmna nyasar..heheheh
    nice info intan..kpn kpn bole d ajak trip brg…heheh
    masih buta soalny..hihihih

  2. Surabaya itu sesungguhnya kaya dengan warisan bersejarah ya. Sayang sekali ga dirawat dengan layak. Padahal potensi untuk jadi tujuan wisata cukup besar loh.

    • Betul. Padahal kalau dirawat bisa jadi seperti Kuala Lumpur yang notabene juga kota metropolis, namun bangunan historisnya terawat dengan apik, dan akhirnya jadi magnet wisata bagi wisatawan.

  3. Wah ke Surabaya baru sekali itu pun cm numpang lewat ke Stasiun Pasar Turi :))

    Boleh ni lain kali jalan2 di Surabaya di temani ama yang punya blog ini #eaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s