Tana Toraja : Land of the Death (1)

Tana Toraja itu kota kematian. Gimana enggak, prosesi kematian sangat diagung-agungkan di sana. Untuk upacara kematian saja, keluarga harus membangun kompleks bangunan lengkap untuk menampung para tamu. Kemudian membeli puluhan ekor kerbau, yang satu ekor kerbau harganya bisa mencapai puluhan juta, serta berbagai prosesi lainnya yang memakan waktu berhari-hari.

Oleh masyarakat Toraja, kerbau dianggap sebagai kendaraan yang membawa sang arwah menuju nirwana. Untuk yang bergelar bangsawan, wajib menyembelih minimal 24 ekor kerbau. Sedangkan bangunan yang dibangun untuk upacara pemakaman, tidak boleh dirubuhkan setelah upacara selesai. Tidak boleh dipakai lagi dan harus menunggu rubuh sendiri. Mau mengadakan upacara lagi? Ya harus membangun yang baru. Bayangkan betapa kayanya orang Toraja. Mungkin semasa hidupnya mereka menabung untuk upacara pemakaman mereka kelak.

Hanya di Tana Toraja, objek wisata paling menarik adalah kuburannya. Tapi, justru itulah uniknya. Kalau ke Sulawesi Selatan, wajib hukumnya mampir ke Tana Toraja. Pantai dan gunung ada banyak dimana-mana. Tapi yang seperti Tana Toraja? Enggak bakalan ada di tempat lain.

IMG_0102

IMG_4752

Tana Toraja sebenarnya terbagi menjadi dua Kabupaten, yaitu Tana Toraja dengan ibukota Makale dan Toraja Utara yang beribukota Rantepao. Jika berkunjung ke Tana Toraja, banyak yang menyarankan untuk terlebih dahulu datang ke Rantepao. Memang benar, karena Rantepao adalah gerbang wisata di Tana Toraja yang menyediakan berbagai pilihan penginapan, agen wisata, rumah makan, hingga toko suvenir. Yang datang dengan bus dari Makassar, turun saja di Rantepao, lalu bisa memakai ojek atau menyewa motor untuk berkeliling.

Yang datang dengan rombongan sekitar 6 orang, sewa saja mobil dari Makassar. Seperti yang saat itu saya lakukan. Biayanya lebih murah lho. Dan beruntungnya, supir mobil kami orang asli Toraja. Pak Pieter namanya. Kami sempat diajak mampir untuk beristirahat di rumahnya di Rantelemo. Dan the best thing is, rumahnya punya lahan yang luas dan di dalamnya ada sebuah rumah modern, sebuah Tongkonan, sebuah bangunan bekas upacara kematian, serta lima buah Tongkonan kecil yang berfungsi sebagai lumbung padi. Ternyata di tempat itu pernah diadakan upacara pemakaman Rambu Solo.

IMG_0080

Oya, Tana Toraja ini terletak di dataran tinggi, sehingga udaranya dingin-dingin empuk. Daerahnya dikelilingi perbukitan karst yang puncaknya hampir selalu ditutupi kabut. Menyenangkan sekali perjalanan di Tana Toraja ini, karena kita selalu disuguhi pemandangan sawah dan bukit yang hijau. Apalagi ditambah dengan udara yang sejuk. Bikin betah!

IMG_0151

Sejujurnya, keliling Toraja dalam waktu sehari itu sama sekali enggak cukup. Disarankan menginap semalam atau dua malam kalau mau puas. Tapi untuk yang punya waktu hanya sehari, lebih baik cukup datang ke objek wisata utamanya saja, seperti Lemo, Londa, dan Kete Kesu. Untuk membeli oleh-oleh khas Toraja, datang saja ke Pasar Bolu. Awalnya saya kira ini pasar jajanan lho. Hehe. Eh, ternyata pasar tradisional biasa. Pasar Bolu juga memiliki pasar hewan yang menjual ratusan kerbau, dan hanya buka seminggu sekali.

Untuk yang ingin menyaksikan upacara pemakaman Rambu Solo, sebaiknya datang saat musim liburan sekolah, yaitu bulan Juni-Agustus, atau bulan Desember. Kenapa musim liburan sekolah? Ternyata supaya keluarga-keluarga yang tinggal di luar kota atau luar pulau bisa datang untuk menyaksikan upacara pemakaman. Enggak ada jadwal pasti kapan Rambu Solo akan diadakan. Jadi ya..datang saja, silahkan tunggu, dan… good luck! :p

Ingin jelajah Toraja dan Sulawesi Selatan? Mari ikut trip Overland Sulawesi Selatan bareng Berangan Trip! Cek detailnya di http://wp.me/p3FEJm-je

Baca juga :

9 thoughts on “Tana Toraja : Land of the Death (1)

  1. Kalau pemuda Aceh pusing menabung untuk membeli emas sebagai modal pernikahan, pemuda Toraja pasti sibuk menabung untuk persiapan kematiannya kelak. Wow! :D

  2. saya punya seorang teman, bekerja keras di Jakarta, meninggalkan kampung halaman, hanya supaya jika ayahnya meninggal, bisa dikubur dengan layak. Saya jadi tambah mengerti setelah baca post ini.

    nice post, keep writing

  3. sewa mobil makasar toraja pp berapa ya.. dan boleh tahu no telp pak piter? rencana mau ke sana oktober

  4. Ditoraja pusat jg banyak objek wisatanya contohnya yg didkt rumah gw ad 2 objek wisata 1 objek wisata tampang allo dn yg 1 lg baby grave in the tree.

  5. Salam kenal..
    Saya mau ketoraja bulan februari ini dgn 6 org teman.. Boleh tau no. Hp pak Pieter yg bisa kami hubungi?
    Soalnya kami juga berencana rental mobil selama ditoraja..
    Thank u.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s