Halo, Taka Bonerate

Menuju Taka Bonerate memang bukan hal yang mudah. Kecuali kamu orang yang beruntung. Butuh persiapan yang matang dan budget yang tidak sedikit, mengingat akses ke sana yang susah dan jauh. Sebagai trip planner kali ini, awalnya saya sedikit kesusahan mencari info tentang Taka Bonerate. Rencana awal yang telah disusun rapi, di hari H justru banyak berubah, dan untungnya malah jadi lebih menyenangkan. The best part is, para peserta trip ini nerimo, enggak cerewet sama kekurangan-kekurangan yang ada, dan gokil!

Hal menyenangkan pertama adalah ketika ada perubahan tempat menginap, yang awalnya akan menginap di rumah penduduk di Pulau Rajuni, akhirnya harus berpindah ke Pulau Tinabo. “Kalau ke Taka Bonerate itu wajib menginap di Tinabo. Pulaunya sepi. Di depan penginapan kita bisa langsung lihat sunset, dan jalan ke belakangnya sudah bisa lihat sunrise,” kata seorang teman di Selayar. Siapa yang gak ngiler diceritain yang seperti itu?

Hal menyenangkan kedua, pada saat sampai di Pulau Tinabo kami disambut oleh pelangi yang melengkung di atas pulau! “Wah, ini pemandangan langka lho. Kalian beruntung,” kata seorang petugas di sana. Ihiy! Memang saat itu cuaca di Taka Bonerate sedang agak labil, sebentar hujan sebentar panas.

Disambut pelangi. Lucky us!

Disambut pelangi. Lucky us!

Dermaga Pulau Tinabo

Dermaga Pulau Tinabo

The gorgeous Tinabo

Cottage Tinabo tempat kami menginap

Sunset Tinabo

Sunset Tinabo

Sunrise Tinabo

Sunrise Tinabo

Tapi memang, kalian akan rugi sekali kalau datang ke Taka Bonerate tapi tidak merasakan menginap di Tinabo. Pulaunya kecil, dan dikelilingi oleh pantai berpasir putih serta air laut yang jernih. Butuh waktu kurang dari satu jam untuk mengelilinginya. Pokoknya, tinggal di Tinabo yang definitely in the middle of nowhere dan tidak berpenghuni, bakal bikin kamu serasa punya pulau pribadi. Enggak ada polusi dan minim cahaya di Tinabo, sehingga saat malam hari bintang-bintang dan milky way kelihatan sangat jelas. Stargazing is a must!

Langit Taka Bonerate itu surganya bintang

Langit Taka Bonerate itu surganya bintang

Karena pulaunya sepi, enggak banyak fasilitas, dan enggak ada sinyal hp, dipastikan kita akan mati gaya kalau enggak bareng teman-teman yang asik. Peramai suasana di trip kali ini adalah trio backpacker gokil asal Bandung yang menamai diri mereka 3SangSaka. Ada Prem si cewek tomboy, Baduy yang jago freediving, dan Fiersa si musisi melankolis yang rencananya akan keliling Indonesia selama setahun. Staff penginapan dan petugas Taman Nasional juga ramah sekali dan senang menerima tamu.

Bagi penikmat pemandangan bawah laut, kita bisa melakukan beach entry untuk diving ataupun snorkeling di halaman depan pulau. Selain itu, di sekeliling Pulau Tinabo ini ada beberapa titik penyelaman, seperti Ibel Orange yang mempunyai gundukan karang membentuk bukit di bawah laut, Softcoral Point yang didominasi oleh soft coral, serta Kampung Nudi yang terkenal sebagai tempat ngumpulnya si imut nudibranch. Bahkan di kanan kiri dermaga Tinabo pun koralnya bagus dan banyak ikan. Selain itu, hanya di Tinabo kita bisa bermain-main dengan belasan baby shark yang berenang bebas di pinggir pantai depan resort!

DSC01625

Main bareng baby hiuu :3

Taka Bonerate yang menjadi kawasan atol terbesar ketiga di dunia ini terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, serta 21 buah pulau kecil yang terbentuk dari endapan pasir dan pecahan terumbu karang. Karakteristik pulau-pulaunya sama, yaitu berpasir putih. Banyak hamparan pasir timbul yang biasanya dikenal sebagai ‘gusung’, namun disebut sebagai ‘bungin’ di sana. Bungin ini akan muncul apabila air sedang surut, dan tenggelam saat air pasang. Pulau lain yang bagus untuk menjadi objek fotografi adalah Pulau Lantigiang yang kecil dan tidak berpenghuni.

Birunya perairan Taka Bonerate

Birunya perairan Taka Bonerate

Bungin Tinabo

Bungin Tinabo

Pulau Lantigiang

Pulau Lantigiang

Perairan dangkal di Taka Lamungan

Perairan dangkal di Taka Lamungan

Tidak ada floating bed, styrofoam pun jadi :))

Tidak ada floating bed, styrofoam pun jadi :))

Taka Bonerate punya banyak dive spot yang tersebar di seluruh kawasan. Beberapa dive spot andalan yaitu di perairan Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta wall reef di Latondu dan Jinato. Petugas Taman Nasional sering mengadakan reef check dan observasi spot-spot diving baru. Salah satunya yang baru adalah “sumur ikan” di Taka Lamungan. Yang akan ke Taka Bonerate tahun ini, berbahagialah kalian karena banyak spot baru! :D

Suka banget sama warna airnya

Suka banget sama warna airnya

Siapa yang gak betah, berenang di air sejernih ini?

Siapa yang gak betah, berenang di air sejernih ini?

IMG_5882

The wall

The divers. Taken by Ricky D.

The divers. Taken by Ricky D.

Tahun 2013 ini saya sampai 3 kali bolak-balik ke Taka Bonerate dan selalu dapat yang baru di setiap kunjungannya. Secara kawasan ini luasnya puluhan ribu hektar. Taka Bonerate memang belum begitu populer sebagai tujuan wisata bahari di Indonesia karena aksesnya yang susah dan jauh. Yang jelas, untuk berkunjung harus lihat musim ya. Bulan kunjungan terbaik adalah Mei-Juni dan September-November. Selain bulan itu, kawasan akan ditutup karena cuaca yang buruk dan ombak yang terlalu besar. Tapi percaya deh, usaha dan apa yang kamu bayar, akan sesuai dengan apa yang akan kamu dapat di sana. When adventure meets holiday, it’s Taka Bonerate!

Join trip-nya Berangan Trip ke Selayar dan Taka Bonerate yuk! Kontak saya untuk detailnya, atau klik http://wp.me/p3FEJm-4

My article about Taka Bonerate is featured in Go!Girl Magz :)

My article about Taka Bonerate is featured in GoGirl! Magz :)

Baca juga :

49 thoughts on “Halo, Taka Bonerate

  1. aaaaaakkkkk intaann….. baguss bangettt, ngiler deh pengen kesana, bdw kemaren trip bareng fiersa… ngiler juga sama perjalanan dia… :D

  2. heheee dulu pernah ngtrip bareng fiersa k bromo… ngefans juga sih sama lagu2nya, petualang yg melankolis memang… :D whaaa mauuu, kira2 budget brp tuh tan kesana? ngalahin bidadari island komodo gk underwaternya?

    • Hai kak,
      Kalau dari Tanjung Bira, kita harus menyeberang dulu pakai ferry ke Selayar. Setelah itu dilanjutkan pakai bus atau pete2 ke Kota Benteng. Dari Kota Benteng kemudian menuju Pelabuhan Pattumbukang dengan mobil. Setelah itu naik kapal kayu menuju Taka Bonerate sekitar 4-5 jam.

  3. COOLL!!! Minggu ini kebetulan mau ke Makassar selama seminggu, tp sayang bgt baru tau tentang Takabonera, jd ga sempat plan u/ ksana.. Udah keburu buat plan ke Bunaken abis dr Makassar. sama Bunaken gimana mba intan? more better kah?

  4. Wah foto2nya bagus-bagus banget! Milky way nya gak nahan!
    Btw, pake kamera apa? Hehe
    Anyway, boleh dishare gak biaya dr makassar ke selayar?

    Thanks!

    • Makasiih… Tapi pemandangannya yang emang bagus. kameranya mah biasa aja. Canon EOS 1100 D doank kok. Hehe.
      Makassar-Selayar bisa pakai bus (100 ribu) yang berangkat jam 9 pagi dari Makassar, atau pesawat Aviastar (250 ribu) tiap Jumat/Sabtu pagi.

  5. tempatnya mantep banget nih gan :matabelo:
    boleh minta detail cara menuju ke Taka Bonerate dari Bandara ga gan??
    thanks

  6. kak, rencana tanggal 11 oktober nanti mau kesana nih.. mau nanya jadwal kapal dari benteng ke tinabo adanya hari apa dan brapa kali sehari?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s