Menjejak Pulau Selayar

Entah kenapa tiap nge-trip saya sering mengalami masalah dengan transportasi. Kapal ferry yang seharusnya berangkat pukul 17.00 dari Bira, baru bisa berlayar pukul 21.00 karena kapal mengalami sedikit kerusakan. Akibatnya saya harus terkatung selama 4 jam lebih di pelabuhan. Pukul 23.00, kapal seharusnya sudah bisa merapat di dermaga Pelabuhan Pamatata, Selayar. Namun entah kenapa kapal susah merapat, dan baru sejam kemudian bisa bersandar di dermaga. Pukul 00.00 saya baru bisa turun dari kapal.

Gak cuma sampai di situ. Bus yang rencananya mau saya tumpangi sampai ke Kota Benteng, Selayar, mogok dan tidak bisa keluar dari ferry karena pintu keluarnya terlalu rendah. Duh, padahal Pelabuhan Pamatata ke Kota Benteng itu masih jauh, sekitar 1.5 jam. Dan tengah malam begitu tentu saja tidak ada angkot. Akibatnya saya harus bermalam di ferry. Damn. Sekitar jam 8 pagi barulah saya sampai di Benteng. Kalau ditotal, 13 jam perjalanan saya dari Bira menuju Selayar. Hiks.

Lokasi Pulau Selayar

Lokasi Pulau Selayar

Alternatif lain menuju Selayar kalau enggak mau gempor di jalan adalah memakai pesawat. Jangan berharap pesawat airbus atau boeing yang berkapasitas banyak ya. Pesawat ke Selayar memakai jenis pesawat twin otter, pesawat kecil yang berkapasitas hanya 15 penumpang. Angkot banget deh. Tapi seruuu, meskipun awalnya agak sedikit menyeramkan dan mesin pesawat yang super berisik! Maskapainya adalah Aviastar, dengan jadwal penerbangan Makassar-Selayar PP di hari Senin, Rabu, dan Jumat. Ada sih Merpati Airlines yang juga melayani rute ini, tapi saat itu sedang tidak terbang dikarenakan kontraknya sudah habis.

Aerial view Pulau Pasi Gusung Selayar

Aerial view Pulau Pasi Gusung Selayar

Kota Benteng, Selayar itu kota kecil yang sepi. Kotanya bersih, jalanannya enggak lebar. Mirip seperti perumahan. 3 hari saja ada di sana, sudah bisa hafal jalan di kotanya. Pusat kota ada di sekitar Lapangan Pemuda yang berhadapan dengan Plaza Marina. Weits, jangan salah ya, Plaza Marina ini bukan mall lho, tetapi semacam pelataran dengan deretan kanopi yang menaungi warung-warung makan yang buka saat malam hari. Dari Plaza Marina ini kita bisa melihat pemandangan laut, Pulau Pasi Gusung yang ada di seberang, dan tentunya sunset!

Bermain bersama senja

Bermain bersama senja. Taken by Adi Mirwan.

Penduduk Selayar ini ramah dan suka sekali menerima wisatawan. Waktu datang ke Dinas Pariwisata dan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, kami langsung disuguhi macam-macam cerita tentang objek wisata dan foto-foto dive spot baru. Oleh om @VisitSelayar, kami diberi berbagai cerita tentang sejarah Selayar dan Taka Bonerate. Mau ngobrol bareng klub divernya Selayar? Datang saja ke Kafe Tempat Biasa. Kami bahkan diundang oleh seorang pejabat di sana untuk makan sore di rumahnya, dan diundang oleh komunitas pemerhati lingkungan untuk jamuan makan bersama Kapolres Selayar. Duh, berasa orang penting deh.

Diundang makan sore :">

Diundang makan sore :”>

Selayar biasa dijadikan tempat transit bagi yang mau berkunjung ke Taka Bonerate. Tapi jangan hanya transit tanpa kemana-mana, karena Selayar punya banyak dive spot dan pantai-pantai berpasir putih yang oke punya. Dive spot paling ciamik katanya ada di pantai timur yang sayangnya saat itu tidak bisa terkunjungi karena cuaca tidak mendukung akibat angin musim timur. Sedangkan dive spot di pantai barat tepatnya ada di Pulau Pasi Gusung yang berhadapan dengan Kota Benteng. Di pulau tersebut ada beberapa pantai berpasir putih seperti Liang Tarrusu, Liang Kareta, dan Je’neiya. Dan semuanya cantik!

IMG_0800

Pulau Pasi Gusung Selayar

IMG_0841

Pantai Je’neiya

Pantai Baloiyya

Pantai Baloiyya

Pantai Liang Kareta

Pantai Liang Kareta. Taken by Adi Mirwan.

Pantai Liang Tarrusu

Pantai Liang Tarrusu. Taken by Suluh Harahap.

Pantai Rampang-Rampanga

Pantai Rampang-Rampanga

Underwater Pasi Gusung

Underwater Pasi Gusung. Taken by Ricky Destrian.

Bagi pecinta budaya dan sejarah, bisa datang ke situs peninggalan masa lampau, yaitu Gong Nekara dan Jangkar Raksasa. Bisa juga ke Perkampungan Tua Bitombang, yaitu perkampungan penduduk asli Selayar yang sudah berumur beberapa generasi. Rumah-rumah yang ada di Bitombang ini dibangun di atas bukit dengan kontur yang tidak rata, sehingga harus menggunakan konstruksi rumah panggung. Uniknya, tiang rumah yang tertinggi bahkan mencapai 12 meter! Tiang-tiang rumah di Bitombang berupa kayu (entah apa namanya saya lupa) yang sangat kuat dan tahan hingga ratusan tahun.

Rumah tua di Bitombang

Rumah tua di Bitombang

Kami sempat masuk ke dalam salah satu rumah, dan mereka masih memakai dapur tradisional yang memasak dengan kayu serta arang. Plafon rumah berupa kisi-kisi dari bambu yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan, khususnya jagung. Sayangnya penutup atap rumah hampir semua sudah diganti dengan memakai material seng. Hanya beberapa rumah yang masih bertahan memakai atap rumbia. Oya, penduduk di sini welcome banget lho sama wisatawan. Bahkan anak-anak kecilnya pun lucu-lucu dan ramah.

Anak-anak di Kampung Bitombang

Anak-anak di Kampung Bitombang

Yang terakhir, jangan lupa datang ke Kampung Penyu, yaitu tempat konservasi dan pengembangbiakkan penyu. Di sini, kita bisa menyaksikan penyu yang bertelur, tukik yang sedang berjuang keluar dari cangkangnya, dan ikut melepas tukik ke laut lho. Saya baru tahu kalau untuk melepas tukik ternyata ada caranya. Tukik diletakkan di atas pasir pantai, membelakangi lautan. Nanti tukik akan berbalik badan sendiri karena mendengar suara laut. Oya, kita bisa lho memberikan donasi untuk Kampung Penyu ini. Caranya dengan membeli telur-telur penyu dan menjadi orang tua adopsi bagi bakal penyu.

DSCF3886

Melepas tukik ke laut

Traveling ke suatu daerah belum sah kalau belum mencoba kuliner khas setempat. Kuliner khas di Selayar salah satunya adalah nasi santan dan ikan bakar. Yang dimaksud nasi santan ternyata adalah nasi uduk. Nasi tersebut dimakan bersama ikan laut segar yang dibakar, plus sambal yang unik karena rasanya asam akibat diberi belimbing wuluh. Di Sulawesi Selatan, coto ada mulai Makassar hingga ke Selayar. Tapi soal harga, jelas beda jauh. Di Selayar, semangkuk coto dengan potongan daging yang gak karuan banyaknya, dihargai cuma 12 ribu. Murah!

Nasi santan dan ikan bakar

Nasi santan dan ikan bakar

Yang pasti, Selayar ini bukan pulau kecil, karena dari ujung utara sampai selatannya butuh waktu sekitar 3-4 jam berkendara. Dari bandara ke kotanya saja memakan waktu sekitar 15-20 menit. Tapi jalanan di Selayar yang mulus, sepi, dan lempeng-lempeng aja, bikin kita bakal betah berkendara di sini.

At last, terima kasih untuk teman-teman di Selayar yang super baik sudah banyak membantu. Hope will get back again and again! :*

Join trip-nya Berangan Trip ke Selayar dan Taka Bonerate yuk! Kontak saya untuk detailnya, atau klik http://wp.me/p3FEJm-4

Baca juga :

31 thoughts on “Menjejak Pulau Selayar

  1. wah, kaos Bandung Freediving udah sampai ke Selayar! :D
    anyway, pengen nanya nih..
    kalau di selayar boleh kemping ga yaa?
    terus dari sana ke takabonerate gimana caranya?

    oiya, salam kenal yaa.. :)

    -tides-

  2. wah.. smg senang ya selama di Selayar. kebetulan sy kerja di Dinas Pariwisata. kapan2 klo mw berkunjung lg bisa kontak sy ^^. oiya.. sekedar info, bln november nanti ada event Takabonerate Islands Expedition V.

    • Wah, assiikk.. Mbaknya yang mana ya. Jangan2 waktu itu kita sempat ketemu. Hehe.. Orang2 Selayar ramah dan welcome banget ^^
      Iya, sudah diajakin buat TIE. Semoga nanti bisa gabung :D

  3. Makasih banyak mbak Intan, membaca ini saya jadi merubah rute ke Selayar dulu instead of Makassar dari Bau-bau hehe. Sy ingin bertanya kalau selama disana transportasi naik apa ya? Klo ingin berkeliling pulau + snorkeling apa tinggal sewa perahu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s