Terpesona Bawah Laut Raja Ampat

Speed boat yang kami tumpangi merapat ke dermaga di Pulau Mansuar. Motorist (istilah untuk awak speed boat) kami mengikatkan tali kapal kencang-kencang ke tiang dermaga. Di situlah spot snorkeling pertama kami hari itu. Dekat dengan dermaga, dan dekat dengan pantai. “Turun dari ujung dermaga sana saja, jangan dari pinggir kapal, di sini dangkal,” kata si guide mengingatkan kami.

Saya yang memang agak bandel, tidak mengindahkan kata-katanya. Penasaran lebih tepatnya. Buru-buru saya mengenakan mask, snorkel, dan fin, kemudian terjun ke air. Setelah menceburkan kepala ke air, saya baru tau kenapa guide kami melarang berenang di tempat yang dangkal. Koralnya super rapat! Karena takut merusak koral, saya meminta life vest ke teman yang masih ada di atas boat. Saya yang masih terkaget-kaget dengan keadaan di dalam air, buru-buru berenang ke bagian tubir, mencari tempat yang lebih dalam.

Keadaan koral di bawah boat. Didominasi jenis montipora.

Keadaan koral di bawah boat. Didominasi jenis montipora.

DSC01341

Hamparan koral yang rapat

Di kedalaman sekitar 8 meter

Di kedalaman sekitar 8 meter

Schooling fish yang seliweran di depan mata itu hal yang biasa kalau kita diving atau snorkeling di Raja Ampat. Yang sempat saya temui kemarin adalah ikan ekor kuning dan giant trevally yang sedang schooling. Selain itu, di bawah dermaga yang notabene adalah tempat kapal bersandar, koralnya alamak rapatnya! Tiang-tiang dermaganya pun ditumbuhi oleh soft coral. Gile abis kan? Kapal-kapal yang ada di sana memang tidak pernah membuang sauh atau jangkar ke laut, satu cara mereka untuk tidak merusak koral.

Schooling of giant trevally

Schooling of giant trevally

Di bawah dermaga saja keadaannya begini

Di bawah dermaga saja keadaannya begini. Hebat.

Ini juga di bawah dermaga

Ini juga di bawah dermaga

Ikan ini ngikutin mulu. Akhirnya kejar balik deh XD

Si batfish ini ngikutin mulu. Akhirnya kejar balik deh XD

Spot kedua dan ketiga di Mansuar pun sama bagusnya, pun saya selalu memilih berenang di tempat yang dalam. Spot keempat di Friwen didominasi oleh soft coral yang bagaikan hamparan karpet. Di sini juga berenangnya super hati-hati. Selain melawan arus, keadaannya juga dangkal. Mau mengayuhkan kaki aja ketakutan sendiri, takut koral rusak terkena kepakan fin.

DSC01364

Hamparan soft coral

Yang pasti, atas air Raja Ampat itu super wow, tapi bawah airnya justru lebih luar biasa!

Tips :

  • Hindari berenang di tempat yang dangkal. Jika ingin berenang di tempat dangkal lebih baik memakai life vest dan tidak memakai fin agar tidak merusak koral.
  • Orang bilang, gak sah ke Raja Ampat kalau gak diving. Tapi, snorkeling saja sudah sangat oke kok. So, jangan tunda kunjunganmu ke Raja Ampat meski belum bisa diving! :D

Mau ke Raja Ampat dengan harga yang lebih terjangkau? Yuk join trip Raja Ampat “Low Cost” bareng Berangan Trip! Detail: http://wp.me/p3FEJm-C

*photos taken by Ricky D*

Baca juga :

3 thoughts on “Terpesona Bawah Laut Raja Ampat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s