Nasi Merah & Belalang Goreng Ala Gunungkidul

Salah satu yang bikin saya senang datang ke tempat baru adalah kulinernya. Mencoba makanan lokal dari satu tempat ke tempat lain a la Pak Bondan, wajib dilakukan saat traveling. Hanya beberapa belas jam di Wonosari, ibukota Gunung Kidul, pun enggak menyurutkan niat saya untuk mencoba kuliner khasnya. Kabupaten yang termasuk dalam Daerah Istimewa Yogyakarta ini punya beberapa makanan khas, antara lain gatot tiwul, nasi merah, sayur lombok ijo, dan belalang goreng!

Iya, belalang si serangga itu dijadikan makanan oleh penduduk lokal Gunungkidul karena kaya akan protein. Di warung yang saya singgahi, si belalang berwarna kecoklatan ini dibungkus dalam plastik-plastik kecil, layaknya camilan. Khusus yang satu ini, saya enggak mau coba deh. Enggak berani.

DSC_0323

Kuliner Gunungkidul yang berani saya coba adalah nasi merah dan sayur lombok ijo. Pemilik wisma yang saya inapi menyarankan untuk mencoba makanan ini di Lesehan Pari Gogo yang terletak di Jl. Raya Wonosari – Semanu, sebelah barat Jembatan Jirak. Kami hanya ditanyai berapa orang yang akan makan, dan kemudian makanan muncul dalam bentuk satu set layaknya masakan Padang di restoran. Satu set terdiri dari nasi merah, sayur lombok ijo, trancam, ikan wader goreng, empal goreng, dan jeroan goreng. Kita bebas memilih mau makan yang mana, dan harganya akan dihitung sesuai dengan apa yang kita ambil.

IMG_6057

pageDari sekian pilihan, saya tertarik mencoba nasi merah, sayur lombok ijo, dan wader goreng. Nasi merah ini adalah nasi yang terbuat dari beras merah yang kaya akan serat dan mempunyai karbohidrat yang lebih sedikit dari nasi putih, sehingga enggak perlu takut gemuk jika makan banyak-banyak. Sedangkan sayur lombok ijo berupa kuah santan gurih yang berisi potongan-potongan tempe dan lombok ijo yang membuat rasanya menjadi sedikit pedas. Enak! Wader gorengnya pun enak. Gurih dan crispy.

Harganya bagaimana? Murah kok. Untuk nasi plus sayur dihargai Rp. 4.000/porsi, dan wader goreng Rp. 15.000/piring yang bisa disantap 2-3 orang. Yang mahal adalah empal goreng seharga Rp. 40.000/piring, namun dihargai Rp. 10.000 apabila kita hanya mengambil sepotong. Buat kamu yang sedang ada di Wonosari, kuliner ini bisa dijadikan pilihan :)

2 thoughts on “Nasi Merah & Belalang Goreng Ala Gunungkidul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s