Mie Ongklok & Tempe Kemul Khas Wonosobo

Kalau kita mencari di Google dengan keyword “kuliner khas Wonosobo” pasti result yang paling banyak keluar adalah “mie ongklok”. Yap, mie ongklok memang kuliner paling terkenal di kota kecil yang terletak di kaki gunung ini. Mie yang disajikan panas ini cocok untuk melawan dinginnya udara Wonosobo. Saat jalan-jalan ke dataran tinggi Dieng di Wonosobo, saya sempatkan untuk mencoba kuliner khas ini.

Mie ongklok adalah mie kuning yang direbus, diongklok-ongklok (dikocok) bersama potongan kubis dan daun kucai. Mie yang sudah diongklok ini kemudian ditiriskan dan disiram racikan kuah kental berkanji. Di atasnya kemudian diberi suwiran ayam dan taburan bawang goreng. Rasanya? Enak! Gurih, pedas, manis, dan kenyal-kenyal karena kanjinya. Beberapa orang memang enggak suka sama kuahnya yang agak mirip ingus. Kalo makan lebih dari seporsi mungkin memang agak eneg sih. Pelengkap mie ongklok adalah sate sapi, yaitu potongan daging sapi yang dilumuri kecap manis dan dibakar.

IMG_0126

Kuliner khas Wonosobo lainnya adalah tempe kemul. Tempe kemul jika di Jawa Timur mungkin lebih dikenal sebagai tempe mendoan. Tetapi tempe kemul ini sebenarnya agak berbeda dari tempe mendoan biasa. Tempenya diiris tipis, kemudian digoreng bersama tepung yang diberi potongan kucai. Nah, pas menggorengnya ini yang beda. Tepung yang menutupi tempe sengaja dilebarkan, lalu digoreng sampai crispy. Mungkin inilah kenapa dinamakan tempe kemul, tempenya kayak “kemulan” alias “selimutan”. Soalnya dalam satu potong tempe kemul itu banyakan tepungnya daripada tempenya. Hihi.

IMG_0129

Di dataran tinggi Dieng, tempe kemul ini banyak dijual di warung kaki lima bersama gorengan lain, seperti bakwan dan tahu. Tempe ini juga terkadang disajikan sebagai pelengkap mie ongklok. Tapi menurut saya tempe ini paling cocok dimakan bersama cabai, plus teh panas sambil nongkrong bersama teman di warung kaki lima menikmati dinginnya udara dataran tinggi Dieng.

Harganya? Murah! Semangkok mie ongklok dihargai Rp. 5.000, sate sapi Rp. 2.000/tusuk, sedangkan tempe kemul dan aneka gorengan hanya Rp. 500/buah. Di tengah dinginnya udara Wonosobo dan dataran tinggi Dieng, kedua kuliner tersebut memang paling pas disantap selagi panas. Nyamm!

Baca juga : Mulai Dari Telaga Hingga Candi, Semua Ada di Dieng!

6 thoughts on “Mie Ongklok & Tempe Kemul Khas Wonosobo

  1. Salah satu favorit saya… :3 Dulu sekeluarga bela-belain naik mobil dari Purwokerto ke Wonosobo pp cuma buat makan mie ongklok doang trus pulang. Lol… Biasanya ada yg disajikan sama sate kerang juga…

  2. Pingback: Jangan mengaku pernah berkunjung ke Wonosobo kalau belum mencoba Mie Ongklok

  3. Pingback: Manjakan Lidah dengan Mie Ongklok Khas Wonosobo | irvaniputri's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s