Nasi Goreng Jancuk yang Not-So-Jancuk

Ini kali kedua saya makan nasi goreng yang terkenal di Surabaya ini. Kedatangan kali ini bersama teman-teman CouchSurfing (CS), karena ada seorang CS’ers dari Medan yang mengajak berwisata kuliner khas Surabaya. Tanpa pikir panjang saya langsung mengusulkan, “Nasi Goreng Jancuk!”. Saat itu saya cuma penasaran, teman-teman CS ini kuat gak dikasih makanan segitu pedasnya. Ngahahahaa… *ketawa setan*

Nasi Goreng Jancuk yang merupakan menu andalan restoran Surabaya Plaza Hotel ini memang terkenal akan ke-pedas banget-annya, sehingga orang-orang yang makan akan mengumpat, “Jancuk!”. Nasi goreng ini disajikan dalam sebuah wajan dengan porsi besar yang dapat dimakan oleh sekitar 5 orang (yang doyan makan dan doyan pedas). Untuk level kepedasannya ada yang standard, sedang, dan super pedas. Otomatis saya pesan yang super pedas donk ya…

IMG_3972

Nasi Goreng Jancuk ini sebenarnya adalah nasi goreng jawa biasa yang diberi banyak sekali irisan cabe rawit. Nah, si cabe rawit ini memang akan terasa pedas menggigit. Tapi kalau si rawit ini dihindari, rasa pedasnya masih aman-aman saja kok. Paket Mbledhoz, yaitu Nasi Goreng Jancuk + 1 pitcher es teh dihargai Rp. 130.000, sedangkan Paket Mbledhoz Plaz, yaitu Nasi Goreng Jancuk + 2 pitcher es teh dihargai Rp. 175.000. Mahal, bok! Untung saat itu kami ber-8, jadi bayarnya agak ringan karena 1 paket dikeroyok rame-rame :D

Kok judulnya “Not-So-Jancuk”? Iya, karena bagi lidah saya, nasi goreng ini kurang pedas (padahal udah pesan level yang paling pedas). Apalagi rasanya sangat standard, sudah tidak seenak saat pertama kali saya mencobanya. Saat itu saya hanya tertawa-tawa melihat teman-teman lain yang kepedasan, sambil nyombong, “Pedes apanya? Gak pedes kok!” Hihihi. 2 pitcher es teh pun habis diperebutkan oleh 7 orang.

Nasi Goreng Jancuk? Not-So-Jancuk, ah! :p

Catatan : Not-So-Jancuk di sini hanya pendapat saya yang standard level kepedasannya sudah mencapai taraf lumayan ekstrim

One thought on “Nasi Goreng Jancuk yang Not-So-Jancuk

  1. Pingback: Daerah surabaya yang dapat dikunjungi untuk masakan khas indonesia – Nilam Kuliner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s